Gubernur Sumbar: Dana Desa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat -->

Gubernur Sumbar: Dana Desa Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Jumat, 13 November 2020, 21:30



Padang, Rakyatterkini.com - Gubernur Sumatera Barat, diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Syafrizal menuturkan, dana desa dapat mengembangkan inovasi dan potensi lokal masyarakat desa.


Itu disampaikan Syafrizal pada Rapat Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Dalam Rangka Pencapaian Target RPJMN 2020-2024, di aula Diklat DPMD, Jalan Pramuka, Khatib Sulaiman, Padang Jumat (13/11/2020)


Dikatakan, dana desa diharapkan dapat meningkatkan kemampuan desa untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakatnya secara efektif, guna meningkatkan kesejahteraan dalam perspektif desa membangun.


Dana desa yang telah dikucurkan dari 2015 sampai 2020 telah mencapai Rp4.304.747.351.000 untuk 928 nagari/desa di Sumatera Barat.


Ini dapat dilihat dimana Sumatera Barat sudah dapat meningkatkan Indek Desa Membangun (IDM), bahkan termasuk salah satu provinsi yang lonjakan IDM nya sangat luar biasa.


Pada 2016 di Sumatera Barat desa/nagari sangat tertinggal sebanyak 51, di tahun 2020 turun menjadi 4, sedangkan pada tahun 2016 desa/nagari tertinggal sebanyak 328 maka di tahun 2020 turun menjadi 66 desa/nagari.


Untuk desa/nagari berkembang pada 2016 sebanyak 374, maka di 2020 naik menjadi 466 nagari/desa.


Untuk desa/nagari maju sebanyak 120 pada 2016, maka di 2020 naik menjadi 347. Begitu juga desa/nagari mandiri, 2016 hanya tujuh nagari/desa, di tahun 2020 naik menjadi 45 desa/nagari.


Dalam pemulihan perekonomian masyarakat desa/nagari semasa Covid-19, keberadaan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) sangat membantu sekali, dimana telah disalurkan dana upah kepada masyarakat desa/nagari Rp54.778.720.556, dengan jumlah pekerja sebanyak 33.864.


Untuk 2021 sesuai Permendes PDTT RI Nomor 13 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa, telah diarahkan kepada desa/nagari agar dana desa dapat dimanfaatkan untuk penguatan ketahanan pangan masyarakat, revitalisasi badan usaha milik desa/nagari, digitalisasi dan pelaksanaan padat karya tunai. (hms-sumbar)

TerPopuler