Covid-19 Masih Ada, Penggunaan Masker oleh Masyarakat? -->

Covid-19 Masih Ada, Penggunaan Masker oleh Masyarakat?

Jumat, 27 November 2020, 11:16

Tim Satgas Covid-19 yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol-PP dan Damkar, Dishub, Kejaksaan gencar melakukan razia masker di titik-titik keramaian.  Karena penggunaan masker sudah diabaikan.


Simpang Empat, Rakyatterkini.com
- Covid-19 itu ada. Dunia sudah mengakui keberadaannya. Namun, di Kabupaten Pasaman Barat jarang masyarakat memakai masker dan tidak lagi menjadi barang wajib yang digunakan ketika keluar rumah.

Pergi ke pasar tidak menggunakan masker, pergi pesta masker tak dibawa. Nampaknya, masker sudah mulai di tinggalkan di tengah pandemi Covid 19 terus mengalami peningkatan. 

Padahal, pemerintah Provinsi Sumatera Barat sudah mengeluarkan Perda nomor 6 tahun 2020 dan peraturan Bupati Pasbar nomor 32 tahun 2020. Ada sanksi pidana di Perda tersebut, sanksi sosial dan sanksi kurungan. Salah satu isi Perda tersebut adalah wajib menggunakan masker.

Memang diakui oleh Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat sendiri jika penerapan protokol kesehatan Covid-19 sudah mulai melemah. Rapat evaluasi penanganan Covid-19 yang di gelar oleh Pemda terkuak jika masyarakat sudah mulai berpendapat tidak baik tentang Covid-19. Masyarakat sudah menganggap Covid-19 hanya hoax atau tidak nyata.

Di pasar misalnya, lebih banyak orang tidak menggunakan masker dari pada memakai masker. Penjual dengan santainya bersorak-sorak kepada pembeli agar membeli dagangan. 

Karena, bagi pedagang memenuhi kebutuhan ekonomi lebih utama dari menghindari Covid-19. Namun, kenyataanya mereka juga takut jika dinyatakan positif Covid-19. 

"Semenjak adanya wabah Covid 19 ini penjualan lesu, jarang yang mau membeli baju. Saya percaya adanya Covid-19 ini, saya takut. Tetapi saya lebih takut jika dagangan saya tidak laku, anak saya tidak bisa makan. Karena saya stres, jadi saya malas menggunakan masker. Lagi pula, kalau pakai masker itu membuat nafas kita terganggu, "kata Anto, penjual pakaian di Pasar Simpang Empat.

Sementara, penanggung jawab pasien positif Covid-19 di Pasbar dr Dian mengaku jika masyarakat sudah tidak peduli lagi dengan Covid-19. Mereka datang ke rumah sakit ketika sudah parah dan menunjukkan tanda-tanda bahaya. 

Covid-19 itu nyata adanya dan mengancam nyawa. Jika kondisi tersebut terus berlanjut, maka Pasbar sebagai angka tertinggi kematian akibat Covid-19 terus dipegang. Padahal, bukan angka kematian itu yang menjadi acuan, tetapi pengawasan, tracking, testing harus menjadi tugas utama tim gugus tugas percepatan penanganan Covid 19. 

"Malah ada Tenaga Kesehatan yang tidak percaya dengan Covid-19. Paradigma yang seperti ini perlu kita rubah, kita satu suara tentang Covid 19. Kita harus melawan, dengan cara perketat protokol kesehatan, wajib menggunakan masker, tracking, testing. Jangan ada lagi jenazah Covid-19 yang dimakamkan oleh masyarakat tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) di Pasbar ini. Memang kita tidak lagi PSBB, tetapi kita jangan lengah, karena lengah dekat dengan takabur. Hati-hati kita ditunjukkan dengan wajib pakai masker kemanapun kita pergi, "keluh dr Dian. 

Sebagai penanggung jawab pasien positif Covid-19 di Pasbar, kata dr Dian harus tegas dalam bertindak. Protokol kesehatan harus diterapkan ketika di rumah sakit. Karena, tenaga kesehatan berkorban siang malam melayani pasien agar bisa sembuh. Tenaga kesehatan bukan tidak ikhlas, tetapi mencoba untuk kuat di tengah masyarakat yang tidak percaya dengan penyakit yang ada. 

"Tolong kami, tenaga kesehatan ini pihak yang paling beresiko. Tetap gunakan masker ketika keluar rumah, jaga jarak, hindari kerumunan. Jika terpaksa juga mengadakan pesta pernikahan, patuhi protokol kesehatan Covid-19, jika belajar mengajar harus tatap muka juga, patuhi aturan, "harap dr Dian.

Kasat Pol PP dan Damkar Kabupaten Pasaman Barat Abdi Surya sebagai leading sektor dalam penegakan Perda AKB sudah menertibkan lebih dari 200 pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Penertiban yang sudah berjalan dalam bulan November di titik-titik keramaian seperti Pasar Simpang Empat, pasar Ujung Gading, simpang lampu merah Pasaman Baru.

"Kita bersama tim Satgas Covid 19 yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol-PP dan Damkar, Dishub, Kejaksaan gencar saat ini melakukan razia masker di titik-titik keramaian. Banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker ketika keluar rumah. Beragam alasan diutarakan, ada yang terburu-buru, ada yang tidak memiliki masker. Apapun alasan pelanggar kita tidak bisa tolerir lagi, akan kita tindak,"kata Abdi Surya.

Karena data pasien positif Covid-19 di Pasbar per 24 November sudah 280 kasus. Pasien sembuh sudah 187 orang, di karantina sebanyak 78 orang dan meninggal dunia sudah 15 orang. Pasien positif Covid-19 setiap hari di Pasbar terus ada.

"Data dari gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 di Kabupaten Pasaman Barat terus bertambah. Maka, ini tugas kita bersama untuk mematuhi protokol kesehatan, bukan tugas satgas Covid 19 saja. Apalagi kita sudah dipertegas dengan Perda itu. Pakai masker itu wajib jika keluar rumah, masyarakat harus paham itu. Mari kita saling bekerjasama dalam menghambat laju penularan Covid-19 ini dengan selalu bersikap koperatif serta selalu bersikap tenang dan mohon dukungan seluruh masyarakat untuk selalu bahu-membahu membasmi penyebaran Covid-19 di Bumi Mekar Tuah Basamo. Dengan selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan Covid-19 seperti rajin mencuci tangan dengan air mengalir, selalu memakai masker, menjaga jarak serta menjauhi kerumunan," kata Abdi Surya. (Robi)

TerPopuler