Baharuddin R Geram Nama dan Fotonya Dicatut untuk 'Kampanye Hitam' -->

Baharuddin R Geram Nama dan Fotonya Dicatut untuk 'Kampanye Hitam'

Senin, 30 November 2020, 16:08

Baharuddin R didampingi pengacara Andreas Ronaldo usai melapor di Polres Pasaman Barat, Senin (30/11/2020).

Simpang Empat, Rakyatterkini.com -  Foto dan nama mantan Bupati Pasaman Barat H Baharuddin R, dicatut untuk membuat kalender kampanye Pilkada yang diduga untuk kepentingan 'kampanye hitam'.


"Diduga kalender yang diedarkan tersebut, untuk mengadu domba dan kampanye hitam terhadap salah seorang Paslon bupati. Untuk itu saya laporkan ke polisi supaya jelas siapa pelaku dan dalangnya," ujar Baharuddin R kepada wartawan usai melapor di SPKT Polres Pasaman Barat, Senin (30/11/2020).


Baharuddin melaporkan peristiwa tersebut, ke Polres Pasaman Barat didampingi pengacaranya Andreas Ronaldo. Terlapornya untuk sementara adalah M Rezki. 


"Penggunaan foto dan nama yang dicetak di kalender itu, tidak pernah seizin saya, saya merasa keberatan dengan kalender yang dicetak oknum tertentu yang terindikasi untuk kampanye hitam. Indikasinya dilakukan oleh oknum Paslon bupati tertentu. Siapa dalangnya ya penyidiklah membuktikannya nanti," tegas Baharuddin yang menjabat Bupati Pasaman Barat periode 2010-2015 ini.


"Ini laporaan murni dari diri saya karena mencatut foto dan nama tanpa izin, karena telah menguntungkan salah satu paslon, tapi merugikan bagi saya," Bahar mengulangi ketegasannya.


Dia berharap atas kejadian tersebut, polisi dapat mengusut kasusnya supaya tuntas siapa yang mengedarkan, mencetak dan menyuruh yang mencetak kalender dimaksud. Karena dia menilai kampanye hitam tersebut, perbuatan tak berakhlak.


"Kalau benar kejadian itu disuruh oleh salah seorang kandidat Paslon bupati untuk menjatuhkan kandidat lain, jelas tak punya akhlak. Jangan pilih kandidat yang tak punya akhlak tersebut," tegas Bahar geram.


Pengacara  Baharuddin, Andreas Ronaldo, mengatakan yang dilaporkan kliennya terkait dengan mengambil foto klienya tanpa izin. "Ini ranahnya ranah pribadi, bukan ranah Pilkada. Kalender yang dibagikan bukan Alat Peraga Kampanye (APK). Kalau itu APK, harus ada tiga logo partai pengusung," jelas Andreas.


Sementara Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sugeng Hariadi melalui Kasubag Humas AKP Defrizal membenarkan laporan kasus pencatutan nama mantan bupati tersebut.


"Benar, saat ini kasusnya sedang didalami Reskrim Polres Pasaman Barat," sebut Defrizal.


Dalam laporan polisi nomor LP/399/XI/2020-SPKT-Res-Pasbar tanggal 30 November 2020. Di SPKT, dia diterima oleh Aiptu Gatot Subiantono. Dugaan pasal yang dilaporkan pasal 310 ayat 2 KUHP. (junir sikumbang).

TerPopuler