Anak Petani Asal Mentawai itu Raih Gelar Sarjana Pertanian -->

Anak Petani Asal Mentawai itu Raih Gelar Sarjana Pertanian

Kamis, 05 November 2020, 15:36



Mentawai, Rakyatterkini - Anak petani asal Mentawai menamatkan Program Studi Agroteknologi , Fakultas Pertanian, Universitas Tamansiswa dan berhasil meraih gelar sarjana pertanian, di Hotel Grand Inna Muara Padang, Kamis (5/11/2020).


Anak pertam dari lima bersaudara ini menuntaskan studi stara satu (S1) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,25.


Dia adalah, Dedi Takolata. Menurut putra pertama dari pasangan Jarius Sakubou dan Martina Saabbangan, kekuatan doa dari orang tua sungguh tiada tara.


Dorongan orangtua serta prinsip yang dipegang teguh, membuat dirinya berani melanjutkan pendidikan tinggi dengan segala keterbatasan yang ada. 


“Prinsip orangtua saya hidup sederhana tidak apa-apa, namun lakukan dengan kerja keras, rajin menabung untuk pendidikan anak-anak dan menjamin anak-anaknya dapat meraih pendidikan yang lebih baik,” jelsanya.


Sebagai anak yang paling tua dari lima bersaudara, Dedi Takolata dituntut untuk menjadi contoh yang baik bagi adik-adik.


“Resiko ketika saya kuliah dengan penghasilan orang tua yang belum pasti dan tidak banyak. Saya juga harus memikirkan kehidupan adik-adik saya. Banyak tekanan dari berbagai sisi. Alhamdulillah saya tumbuh di keluarga yang tegas sehingga membuat saya kuat mengemban amanah yang diberikan orangtua untuk kuliah di kota padang,” ungkapnya.  


Meskipun Dedi Takolata sering merasa kesulitan ketika menjelaskan sesuatu yang bertentangan dengan aturan atau probem keluarga. Ia bercerita pada suatu titik dimana ekonomi keluarga sedang terpuruk Dedi Takolata tidak mendapatkan kiriman uang untuk kebutuhan kuliah dan makan di kota Padang.


“Saya tidak tahu sampai kapan orangtua saya tidak mengirimkan uang. Sehingga pada saat itu saya berpikir keras agar tetap bisa bertahan hidup dan menjalankan kuliah seperti teman-teman yang lain, dengan bekal kuliah jurusan pendidikan yang melatih mahasiswa agar bisa sebagai pendidik dalam keluarga  manfaatkan ilmu itu untuk bisa makan walaupun hanya nasi dengan garam,” jelasnya.


Selain itu ia juga pernah bekerja sebagai anak buah dari kuli bangunan. “Ya Allah, yang bisa saya lakukan selama tidak mengganggu kuliah saya dan dapat meringankan beban orang tua, saya lakukan,” ucapnya dengan haru.


Setelah melewati proses yang pait, akhirnya mahasiswa 25 tahun itu menyadari Universitas Taman siswa berperan sangat besar dalam hidupnya.


“Melalui Universitas Tamansiswa Padang, saya mengenal pentingnya ilmu. Melalui organisasi saya mendapatkan pengetahuan yang luas tentang cara hidup bermasyarakat, cara beragama yang baik. Saya yang awalnya sangat rendah diri, sedikit demi sedikit mulai membangun kepercayaan diri saya yang di barengi dengan bertambahnya ilmu pengetahuan yang saya miliki. Dan hal tersebut membawa pengaruh postif dalam hidup saya. Saya berani meninggalkan zona nyaman, untuk sesuatu yang lebih membutuhkan uluran tangan, semua itu saya pelajari di perguruan,” urainya.


Ke depan menjelang mendapat pekerjaan fokus keluarga dulu. Harapan agar gelar sarjana pertanian (SP) dapat bermanfaat bagi orang lain khususnya untuk diri sendiri, dan keluarga. (jaibi)

TerPopuler