Polres Pasbar Selidiki 2.000 Buku Nikah yang Hilang, Terlapor akan Dipanggil -->

Polres Pasbar Selidiki 2.000 Buku Nikah yang Hilang, Terlapor akan Dipanggil

Rabu, 21 Oktober 2020, 19:26
Poniman anggota TNI AD usai melapor ke Polres Pasaman Barat. (ist)

Simpang Empat, Rakyatterkini - Polres Pasaman Barat melakukan penyelidikan terhadap dugaan penggunaan buku nikah yang hilang di Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat pada 2017 lalu.


"Benar, kita menerima laporan ada temuan bukti baru dan saat ini kita sedang menelusuri dari mana buku itu diperoleh," kata Kapolres Pasaman Barat, AKBP Sugeng Hariyadi melalui Kepala Satuan Reskrim AKP Fetrizal di Simpang Empat, Rabu (21/10/2020).


Ia mengatakan saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan dan segera memanggil pelapor dan terlapor.


Pada Senin (19/10/2020) pihak Polres Pasaman Barat menerima laporan pengaduan dari seorang anggora TNI-AD Pasaman tentang dugaan penggunaan buku nikah oleh oknum ASN pada Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) inisial R.


Laporan itu dibuat bersama pelapor lainnya Itnawati yang menemukan tiga buah buku nikah dengan nomor seri SB 5663986 warna hijau, nomor seri AH 0122637 warna hijau dan nomor seri AH 0122647 warna coklat.


Salah satu buku nikah itu nomor seri SB 5663986 diduga masuk buku nikah yang hilang di Kemenag Pasaman Barat pada 2017. Buku itu diduga ditulis dan diisi oleh yang bersangkutan R atas namanya sendiri.


Salah seorang pelapor Poniman menyebutkan, temuan buku nikah itu berawal saat ia bersama saudara iparnya menemukan buku nikah. Pihaknya juga melihat satu ikat buku nikah lainnya serta satu tas sandang berisikan beberapa stempel di rumah terlapor R yang beralamat di Benteng Nagari Tanjung Beringin Kecamtan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman.


"Namun tidak sempat kami ambil dan kemudian barang itu telah dibawa dan disembunyikan oleh R," katanya.


Melihat ada kejanggalan, maka ia mencari informasi di berita online dan mendapatkan informasi bahwa ada sekitar dua ribu pasang buku nikah hilang di Kemenag Pasaman Barat pada 2017. Pihak Kemenag juga telah membuat laporan polisi ke Polres dengan nomor : LP/202/VI/2017 pada tanggal 25 Juni 2017.


Ia juga menemui mantan petugas penghulu di Tanjung Beringin Lubuk Sikaping yang sebelumnya dituding oleh R memberikan buku nikah dengan nomor seri SB 5663986 yang sebelumnya telah menikah dengan seorang bidan desa di Anam Koto Kinali inisial TJ.


"Dari pengakuan KUA Simpati Pasaman Husnul telah menerbitkan surat rekomendasi perkawinan kepada TJ dan R untuk menikah di Kinali Pasaman Barat pada 29 Mei 2019," katanya.


Namun pada 14 Agustus 2020 KUA Simpati mencabut surat rekomendasi itu karena adanya kesalahan prosedur dan adanya indikasi kebohongan dalam pengurusannya tanpa dilengkapi dokumen NA dan R belum pernah melangsungkan pernikahan resmi di Kantor KUA Kinali.


Menurutnya Itnawati merupakan pihak korban semasa R menjabat sebagai KUA Kecamatan Panti yang menerbitkan duplikat surat nikah terhadap suaminya sebagai bukti untuk dokumen pernikahannya dengan istri sirinya dan mereka telah bercerai.


"Saya berharap kasus ini dapat diungkap karena menyalahgunakan buku nikah ilegal untuk nikah siri. Apalagi kuat dugaan buku nikah itu merupakan buku nikah yang hilang di Kemenag Pasaman Barat," harapnya.


Ia menambahkan R sebelumnya merupakan pejabat senior di Kantor KUA Departemen Agama Pasaman dan pada 2017 berpindah tugas ke Pemkab Pasaman.


Sebelumnya pada 2017 Kemenag Pasaman Barat membuat laporan polisi ke Polres Pasaman Barat kehilangan dua ribu pasang buku nikah dengan nomor seri SB 5663501 sampai dengan SB 5665500.


Sementara itu saat wartawan mencoba mengkonfirmasi ke terlapor R ke nomor 0813634055xx belum bisa memberikan keterangan dan akan menjelaskan dalam waktu dekat secara langsung. (js)

TerPopuler