Perpustakaan Nagari Sasak Wakili Sumatera Barat Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional -->

Perpustakaan Nagari Sasak Wakili Sumatera Barat Lomba Perpustakaan Terbaik Tingkat Nasional

Kamis, 01 Oktober 2020, 22:40

Perpustakaan Nagari Sasak dinilai secara daring oleh tim penilai lomba perpustakaan desa/kelurahan terbaik nasional. (ist)


Sasak Ranah Pasisie, Rakyatterkini
- Perpustakaan Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) mewakili Sumatera Barat dalam lomba perpustakaan terbaik desa/kelurahan tingkat nasional tahun 2020.

Penilaian perpustakaan Nagari Sasak dilaksanakan secara daring oleh tim penilai perpustakaan nasional, Kamis (1/10/2020). 


Kepala Perpustakaan Nagari Sasak, Dedet Dharmansyah menyampaikan beberapa inovasi yang telah dilakukan oleh perpustakaan sehingga masuk nominasi perpustakaan terbaik tingkat nasional adalah inovasi pelayanan perpustakaan Bakadai dan Cenang Nagari.


Dedet menjelaskan Bakadai merupakan program inovasi yang dilakukan oleh perpustakaan nagari dengan cara mengantarkan sejumlah judul buku yang ada di perpustakaan ke kedai-kedai yang berada di nagari sasak untuk kemudian dibaca oleh pengunjung yang didominasi oleh nelayan.


"Respon masyarakat cukup baik mengenai inovasi Bakadai ini. Buku-buku yang tersedia kami antar ke kedai-kedai yang ada untuk dibaca pengunjung kedai yang mayoritasnya adalah nelayan yang pada malam harinya pergi melaut. Jadi melalui inovasi Bakadai. Nelayan di Nagari Sasak dapat mengisi waktu di kedai dengan membaca buku," sebut Dedet.


Sedangkan Cenang Nagari sendiri, menurut Dedet, adalah program inovasi sosialisasi keliling menggunakan sepeda motor untuk menyampaikan perihal informasi tertentu kepada masyarakat dan juga sepeda motor tersebut digunakan untuk mengantarkan buku ke kedai-kedai di Nagari Sasak.


"Cenang Nagari itu sosialisasi keliling dengan menggunakan sepeda motor. Sepeda motor itu juga yang digunakan untuk mengantarkan buku perpustakaan ke kedai-kedai. Ada banyak permintaan penambahan buku di kedai oleh masyarakat. Target kami, seluruh kedai di Nagari Sasak tersedia buku bacaan pustaka," katanya.


Diteruskannya, inovasi lain yang dilakukan adalah implementasi program INLISLite yang merupakan program dari perpustakaan pusat.


"Perpustakaan kami juga merupakan pusat literasi atau inklusi sosial. Perpustakaan telah menjadi pusat rapat, pelatihan, sosialisasi dan pusat belajar online. Mahasiswa di situasi pandemi Covid-19 ini banyak yang melaksanakan belajar online di sini. Karena di perpustakaan Nagari Sasak juga tersedia wifi gratis dan fasilitas komputer," tuturnya.


Terkait pariwisata, perpustakaan Nagari Sasak juga memiliki target inklusi sosial pariwisata di Nagari Sasak. Kenapa demikian, karena melalui buku yang dibaca melalui perpustakaan nagari, masyarakat bisa memperoleh referensi dan inovasi  pengembangan usaha di lokasi wisata.


"Hasil dari baca buku mereka bisa memperoleh referensi bagaimana pengelolaan tempat berjualan dan packing produk yang bagus untuk dijual di lokasi wisata. Masyarakat juga telah diberikan pelatihan memasak bakso ikan dan pelatihan menyablon. Hasil karya sablon juga telah dijual di lokasi wisata Pantai Seribu Sasak," sambungnya.


Target Perpustakaan Nagari Sasak ke depan disampaikan Dedet Dharmansyah adalah mengeksplorasi kearifan lokal Kecamatan Sasak Ranah Pasisie untuk dijadikan buku dan dokumentasi sejarah di daerah setempat.


"Secara fasilitas kita sudah lengkap. Persiapan untuk mengikuti lomba juga telah diupayakan semaksimal mungkin. Kita berharap Perpustakaan Nagari Sasak dapat menjadi juara," pungkasnya.


Dalam kesempatan yang sama, Pjs. Bupati Pasbar, Hansastri diwakili Asisten Pemerintahan Setia Bakti menyampaikan sebuah kebanggaan bagi Pasbar dan masyarakat Nagari Sasak mewakili Sumbar pada lomba perpustakaan terbaik tingkat nasional pada tahun 2020.


Menurutnya, perpustakaan nagari merupakan ujung tombak layanan perpustakaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat nagari. Oleh sebab itu, perpustakaan nagari didorong untuk melakukan transformasi menjadi pusat belajar dan berkegiatan masyarakat.


"Perpustakaan nagari tidak hanya menjadi tempat membaca dan mencari referensi buku. Tetapi perpustakaan nagari dapat berkontribusi dalam membangun nagari dan berperan aktif dalam pemberdayaan masyarakat," akhirnya. (Robi)

TerPopuler