Dansatgas Dorong Angkong,Bakar Semangat Satgas TMMD ke 109 Kendal -->

Dansatgas Dorong Angkong,Bakar Semangat Satgas TMMD ke 109 Kendal

Selasa, 06 Oktober 2020, 21:00





KENDAL  -  Robek-robeklah badan ku, potong-potonglah jasad ini, tetapi
jiwaku dilindungi benteng merah putih, akan tetap hidup, tetap menuntut
balas, siapapun lawan yang aku hadapi.

Tempat saya yang terbaik adalah ditengah-tengah anak buah, saya akan
meneruskan perjuangan pemerintah. TNI akan berjuang terus.

Demikian pesan Panglima besar Jendral Sudirman, seorang panglima yang
pertama yang patut diteladani dan patut dicontoh dalam melaksanakan
tugas sehari-hari serta dalam kepemimpinan.

Panglima yang selalu ingin dekat dengan prajurit dan panglima yang berani
bersikap walaupun dengan satu paru-paru dia berjuang sendirian untuk
menunjukkan bahwa Indonesia masih ada, masih memiliki kekuatan.

Di lokasi TMMD Reguler-109 Kodim 0715/Kendal yang berada di Desa
Sendangkulon, Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal, ratusan prajurit
TNI telah mengabdikan diri.

Orang nomor satu di jajaran Kodim Kendal,  Letkol Inf Iman Widhiarto,S.T.,
tak pernah "lelah" ikut kerja di pengecoran jalan yang menjasi dalah satu
sasaran fisik  TMMD itu.

Bahkan, meski hari libur, di sela-sela kesibukannya, Dandim Iman selalu
datang ke lokasi ikut mendorong angkong yang berisi adukan cor. Selain
itu mengecek progres pengerjaan sasaran fisik sekaligus untuk memberi
motivasi dan memacu semangat para anggota Satgas TMMD serta warga
Desa Sendangkulon yang tengah bekerja.

Tampaknya tak ingin hanya main perintah, orang nomor satu di jajaran
Kodim Kendal itu juga ikut terjun ke lapangan.

 '' Prajurit harus terus di motivasi dan sehinnga mereka   akan kreatif juga produktif. Kualitas yang
harus ada dalam diri pimpinan tidak cuma soal leadership dan respek, tapi
juga bagaimana pemimpin me-maintain hubungan antar Prajurit,"  tegas
Letkol Inf Iman Widhiarto,S.T.

Menurutnya,  dipercaya sebagai seorang Komandan dengan beberapa anak
buah itu memang bukan pekerjaan mudah, salah satu kendala antara
atasan dengan bawahan adalah komunikasi. Terkadang bawahan merasa
tidak puas dengan kebijakan, kritikan atau evaluasi yang diberikan atasan.

''Untuk itu sebagai komandan saya  harus membuka jalur komunikasi yang
baik dengan prajurit," jelas Dandim.  Tidak egois dan merasa kalau sebagai
atasan adalah yang paling benar dan pintar dalam segala hal.

Membuka kesempatan bagi prajurit untuk memberikan ide atau
melontarkan pendapat sehubungan dengan pekerjaan dil apangan.
Jikaternyata  ide atau saran mereka itu bisa mempermudah pekerjaan dan
menghasilkan sesuatu yang baik untuk Satuan kenapa tidak.

Walaupun sebagai Komandan, saat ada kendala di lapangan di lokasi
TMMD, Dandim Iman  siap turun kelapangan. Dengan ikut membantu dan
tidak  segan melakukan apa yang sebenarnya tidak menjadi job, itu
menunjukkan kita punya kualitas  atasan.

Menurutnya, sebagai Komandan jangan segan apalagi gengsi. Dengan ikut
bekerja bareng prajurit, itu juga menunjukan betapa pimpinan adalah
bagian dari tim, bukan ‘tuan’ atau ‘raja’. (Pendim 0715/Kendal)

TerPopuler