Pembunuh Nenek Ramunas Ditangkap Saat Melayat, Sakit Hati Jadi Pemicu -->

Pembunuh Nenek Ramunas Ditangkap Saat Melayat, Sakit Hati Jadi Pemicu

Jumat, 18 September 2020, 20:11


Payakumbuh, Rakyatterkini – Tak butuh waktu lama bagi kepolisian mengungkap pelaku pembunuhan terhadap nenek Ramunas, (78), warga Kelurahan Padang Tangah Payobabadar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Kota Payakumbuh.


Hanya berselang 6 jam, pelaku berhasil diamankan tim Chetah Satreskrim Polres Payakumbuh saat melayat ke rumah duka. Pelaku diketahui bernisial NFT (23) panggilan Rian yang tak lain merupakan suami dari cucu korban. 


Kapolres Payakumbuh, AKBP Alex Prawira, didampingi Kasat Reskrim AKP M. Rosidi, KBO Iptu Eridal, Kanit I Ipda Iga Putra mengatakan, tersangka ditangkap di rumah duka saat ikut melayat kematian korban. 


Dijelaskan, pembunuhan ini berhasil diungkap Tim Chetah Satreskrim dan Tim Gabungan Polres Payakumbuh, setelah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang mengaku melihat tersangka Rian datang Kamis (17/9/2020) sekitar pukul 21.00 WIB ke rumah korban yang sekaligus berfungsi sebagai warung. 


“Sesuai keterangan saksi, malam itu dia melihat tersangka Rian datang ke rumah korban lewat pagar belakang rumah. Esoknya, Jumat (18/9/2020) pagi keluarga korban saat membuka warung korban terkejut melihat korban telah tewas di lantai dengan kondisi dilumuri darah,” ulas Alex Prawira.  


Setelah dilakukan identifikasi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan diambil visum et repertum di RSUD Adnan WD Payakumbuh, enam jam kemudian penyidik Satreskrim Polres Payakumbuh berhasil mengungkap misteri kematian korban yang mengarah kepada tersangka Rian. 


Pria yang mengaku baru menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman selama 4 tahun karena kasus pencurian di Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, beberapa tahun lalu itu, dengan tenang tanpa penyesalai perbuatannya. 


“Saya sakit hati karena sering diomeli dan ditagih hutang oleh korban. Bahkan, ketika saya bersama istri pernah tinggal di rumah korban beberapa bulan, nenek istri saya itu sering mempermalukan saya kepada keluarga dan tetangga,” kata tersangka.


Menurut tersangka, malam kejadian itu dendamnya benar-benar sudah memuncak. Diantar adik sepupunya tersangka datang ke rumah korban dan masuk menyelinap lewat pagar belakang rumah. 


“Setelah berhasil masuk rumah, saya melihat korban sedang tertidur di atas tempat tidur di warungnya. Saat itulah leher korban saya cekik. Namun korban berusaha melawan dan meronta-rontah dan jatuh ke lantai. Saat di lantai itulah leher korban saya cekik dengan kuat. Dan ketika dalam kondisi sekarat dan menggelepar saya ambil pisau di dapur dan langsung saya gorok lehernya sebanyak tiga kali dan menusuk bagian dada atas korban,” ujar tersangka Rian.


Usai menghabisi korban, tak sengaja dia menyentuh kantong baju wanita itu dan menemukan segepok uang dan lalu mengambilnya termasuk melucuti perhiasan emas di jari dan anting di telinga korban.


“Sekitar pukul 23.30 Wib saya keluar dari warung korban lewat pintu belakang dan menyelinap di sawah untuk kemudian sampai di daerah Tiakar Payobasung, Payakumbuh Timur dan meminta tolong kepada seseorang untuk mengantar saya ke tempat tinggal saya di Nagari Batu Balang, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota. Saya sampai di rumah Kamis dinihari sekitar pukul 01.00 dan tidak menceritakan peristiwa itu kepada istri saya,” ujar tersangka Rian. 


Masih menurut tersangka Rian, pagi Jumat datang pihak keluarga istrinya memberikan kabar duka kematian korban. Karena untuk pergi melayat ke rumah duka ibunya tidak ada yang bisa mengantar, akhirnya tersangka terpaksa mengatar ibunya.


“Selama berada di rumah duka, saya berusaha tenang dan tidak gelisah. Namun beberapa jam kemudian polisi menangkap saya ketika masih berada di rumah duka,” pungkas tersangka Rian.


Tersangka terancam dihukum 15 tahun penjara. Barang bukti berupa sebilah pisau, uang sejumlah ratusan ribu dan perhiasan emas berupa cincin dan anting korban tela disita sebagai barang bukti,” pungkas Alex Prawira. (rdo)

TerPopuler