Wawako Sampaikan Rancangan KUPA-PPAS APBD Perubahan 2020 -->

Wawako Sampaikan Rancangan KUPA-PPAS APBD Perubahan 2020

Kamis, 06 Agustus 2020, 16:30
Wakil Walikota Padang, Hendri Septa menyampaikan rancangan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2020. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran, Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUPA-PPAS) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2020, digelar di DPRD Padang, Kamis (6/8/2020).

Rapat paripurna itu dipimpin ketua Syafrial Kani dengan diikuti para wakil ketua, Sekretaris DPRD dan anggota DPRD. Juga hadir unsur Forkopimda, Sekda Amasrul beserta asisten dan pimpinan OPD Pemko Padang serta stakeholder terkait.

Wakil Walikota Padang, Hendri Septa mengatakan penyusunan KUPA-PPAS TA 2020 ini merupakan tahap awal proses penyusunan Perubahan APBD Kota Padang TA 2020. Selanjutnya akan diteruskan dengan PPAS Perubahan APBD TA  2020.

Diceritakan, alasan dilakukannya KUPA-PPAS-P TA 2020 disebabkan oleh beberapa hal. Diantaranya pertama karena terjadinya penyesuaian terhadap Rancangan APBD, kemudian penyesuaian terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari hasil pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah diakibatkan oleh dampak pandemi Covid-19.

Semuanya, kata wawako, sesuai dengan Permenkeu No.19 tentang Penyaluran dan Penggunaan Dana Bagi Hasil, DAU dan Dana Insentif Daerah (DID) TA 2020 Dalam Rangka Penanggulangan Covid-19. Kemudian juga disertai Permenkeu dan Perpres serta aturan Pemerintah lainnya.

Pada tahun anggaran 2020 ini sejatinya memiliki arti yang sangat penting bagi Kota Padang, karena merupakan tahun kedua bagi Kota Padang melaksanakan pembangunan sesuai RPJMD 2019-2024.

Hendri juga mengungkapkan, akibat pandemi Covid-19 sejauh ini telah menyebabkan beberapa hal. Seperti tidak adanya kunjungan di destinasi wisata, berkurangnya transaksi di hotel/restoran serta bagi para pedagang kecil dan menengah. Selanjutnya juga berdampak pada sebanyak 12 ribu UKM/kuliner/ritel/jasa/kerajinan/ultra mikro dan dirumahkannya sebanyak 5.431 pekerja dari 172 perusahaan.

Ditambahkan Hendri lagi, pada PPAS-P APBD TA 2020 pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp2,319 triliun. Jika dibandingkan dengan target penerimaan awal tahun 2020 sebesar Rp2,687 triliun, pendapatan ini mengalami penurunan sebesar Rp368,07 miliar atau sebesar 13,7 persen. Hal ini disebabkan penyesuaian target pendapatan daerah akibat imbas dampak Covid-19. Begitu juga PAD semula Rp881,9 miliar pun turun menjadi Rp652 miliar atau turun 26,07 persen. (gp)

TerPopuler