Sejarah Terbentuknya Kabupaten Kepulauan Mentawai, ini Cerita Bupati Yudas -->

Sejarah Terbentuknya Kabupaten Kepulauan Mentawai, ini Cerita Bupati Yudas

Sabtu, 15 Agustus 2020, 16:48
Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet menceritakan terbentuknya kabupaten itu. (foto ist)

Mentawai, Rakyatterkini - Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet menceritakan  bagaimana terbentuknya Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan jumlah penduduk saat ini 93 ribu jiwa lebih, juga kulturnya dan kekayaan alam Mentawai.

Sejarah terbentuknya Kabupaten Kepulauan Mentawai yang keluar dari induknya, Padang Pariaman, dijelaskan Yudas Sabaggalet kepada Yayasan BUMN dalam serangkaian temu ramah di aula kantor Bupati Mentawai, Jumat (14/8/2020).

Diawal terbentuknya Kabupaten Kepulauan Mentawai adalah empat kecamatan, yakni Siberut Selatan, Siberut Utara, Sipora dan Sikakap. Saat ini telah berkembang menjadi 10 kecamatan, jelas bupati

Salah satu daerah yang dikunjungi adalah Kepulauan Mentawai. Kunjungan rombongan Yayasan BUMN ini dari Jakarta ke Mentawai karena daerah kepulauan tersebut merupakan pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara Luar. Karena letak geografis itulah, Mentawai harus menjadi perhatian khusus dari pemerintah pusat.

Ketua Yayasan BUMN Arjawan selain memperkenalkan rombongan, dirinya juga menjelaskan soal organisasi yang dibentuk pada 10 Januari 2019 oleh Menteri BUMN Erik Tohir.

"Pendirian Yayasan BUMN ini diharapkan dapat membantu saudara-saudara kita di daerah terpencil dan terluar, seperti Mentawai," kata Arjawan

Di hadapan rombongan yang terdiri dari Dr. Nanang yang bertugas di Wisma Atlit Jakarta sebagai dokter Covid 19,  Ketua Yayasan BUMN Jakarta untuk Indonesia mengajak, dalam Pademi Covid-19 semua harus sangat mematuhi protokoler kesehatan.

Ia sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Mentawai yang telah menerima dengan hangat dan menyampaikan profil daerah Mentawai.

Ketua Yayasan BUMN Untuk Indonesia Arjawan selain memperkenalkan program, juga menyerahkan 2.000 buah kelambu untuk disumbangkan kepada masyarakat Mentawai dan kita menyerahkan kelambu sebagai oleh-oleh dari Jakarta, ucap Arjawan.

Melalui serahkan acara juga Yayasan BUMN akan memberikan bantuan mesin untuk memproses kelapa sampai menjadi minyak kelapa. Produksi hulu ke hilir tentu saja ini harus ada seorang penjaga dalam pengoperasiannya.

Diahir pertemuan, rombongan Yayasan BUMN Untuk Indonesia berkesempatan makan malam bersama bupati Mentawai dan jajaran, serta melakukan konprensi pers terkait kunjungannya di Mentawai.

Arjawan mengatakan, kehadirannya ke Mentawai untuk membantu masyarakat melalui kelompok UMKM dengan memberikan dua buah mesin pemarut kelapa, hingga menjadi minyak goreng.

Mesin tersebut untuk mengolah minyak kelapa, sehingga kelak penghasilan masyarakat akan bertumbuh menjadi UMKM yang maju. (jaibi)

TerPopuler