Raker FKUB Klaten, Meneguhkan Kembali Upaya Membangun Kerukunan Antar Umat Beragama -->

Raker FKUB Klaten, Meneguhkan Kembali Upaya Membangun Kerukunan Antar Umat Beragama

Minggu, 09 Agustus 2020, 22:46
Peserta Raker FKUB Klaten di Solo. (foto ist)

Klaten, Rakyatterkini - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten menggelar rapat kerja (Raker) dalam rangka menyusun serangkaian kegiatan dan program kerja Tahun 2021.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Lor In Solo (6-7 Agustus 2020) diikuti peserta dari kantor Kesbangpol, bagian Kesra Pemkab Klaten, kantor Kemenag serta seluruh anggota dan pengurus FKUB Klaten. 

Raker yang mengambil tema "Meneguhkan Kembali  Upaya Membangun Kerukunan Antar Umat Beragama di Klaten" dimaksudkan untuk menyusun strategi membangun sinergi di tengah keberagaman dan keberagamaan di masyarakat dalam bingkai NKRI.           

‎Ketua FKUB Klaten, H Syamsuddin Asyrofi menjelaskan Raker dimaksudkan untuk menyusun sejumlah program dan kegiatan FKUB untuk satu tahun yang akan datang.

Ketua FKUB Klaten Syamsuddin Asyrofi menambahkan, tujuan digelarnya rapat kerja ini dalam rangka membangun konsolidasi organisasi dan penguatan kerjasama yang  sinergis antar pengurus FKUB serta menyusun program kerja dan kegiatan FKUB Klaten tahun 2021.

"Sudah barang tentu strategi membangun sinergi dalam keragaman dan keberagamaan di masyarakat akan terus dilakukan oleh FKUB dalam setiap kesempatan untuk mewujudkan  kerukunan antar umat beragama dalam bingkai NKRI," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kesbangpol Pemkab Klaten Dodhy Hermanu dalam sambutannya mengatakan bahwa pola hubungan yang harmonis antarumat beragama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu sangat penting untuk penguatan membangun NKRI.

"Oleh karena itu FKUB dan tokoh agama berperan besar dalam pembangunan bangsa menciptakan kerukunan dengan suasana aman dan damai sebagai langkah menuju kerukunan antarumat beragama,"  ujarnya.

Menurut Dodhy Hermanu, FKUB dapat menggugah dan menyadarkan para tokoh agama bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang dan penghambat untuk berinteraksi sosial. 

"Perbedaan untuk kebersamaan dalam membangun kehidupan bermasyarakat,  berbangsa dan bernegara adalah hal yang sangat diharapkan," katanya. (rel/cahyo)

TerPopuler