Perluasan Stasiun, KAI Sumbar Bongkar 78 Kios -->

Perluasan Stasiun, KAI Sumbar Bongkar 78 Kios

Rabu, 05 Agustus 2020, 17:12
Robohkan kios.

Padang Pariaman, Rakyatterkini - Sebanyak 78 kios pedagang di Pasar Lubuk Alung,  Padang Pariaman, Sumatera Barat ditertibkan oleh PT Kereta Api Indonesia Divisi Regional II, Rabu (5/8/2020).

Kepala Hubungan Masyarakat PT KAI Divre II Sumbar, Muhammad Reza Fahlepi mengatakan, bangunan ditempati pedagang yang dirobohkan merupakan aset dari PT KAI. Pihaknya akan melakukan peningkatan pelayanan terhadap calon penumpang KA.

Ini direalisasikan dengan adanya penambahan fasilitas hingga perbaikan bangunan di beberapa stasiun KA di wilayah Divre II Sumatera Barat. Hal serupa akan dilakukan di sekitar area Stasiun Lubuk Alung yang merupakan salah satu stasiun pemberangkatan yang dilalui KA Sibinuang, kata Reza, Rabu (5/8).

Reza mengatakan, saat ini kondisi bangunan di stasiun tersebut sudah tua dan tidak pernah dilakukan renovasi, fasilitas pendukung yang terdapat di stasiun Lubuk Alung pun tidak lengkap dan tidak memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) seperti tidak adanya mushollah dan ruang ibu menyusui, ruang tunggu yang sempit dan kondisi bangunan yang terdesak dengan pasar sehingga akses keluar masuk calon penumpang terganggu dan terkesan kumuh.

"Selain itu juga, penumpang KA dari dan atau tujuan ke Stasiun Lubuk Alung meningkat sehingga perlu dilakukan rencana pengembangan dan atau renovasi secara keseluruhan terhadap bangunan stasiun tersebut yang berdampak terhadap bangunan-bangunan disekitarnya untuk dilakukan penertiban aset," katanya.

Sementara itu, Kepala PT KAI Divisi Regional II Sumatera Barat, Insan Kesuma menyampaikan penertiban aset di Stasiun Lubuk Alung ini merupakan pengimplementasian surat edaran Menteri BUMN nomor SE-09/MBU/2009 tanggal 25 Mei 2009 terkait penertiban terhadap aset tanah dan bangunan BUMN.

Pihaknya mengklaim telah melakukan beberapa upaya dalam penertiban lahan di wilayah stasiun Lubuk Alung di antaranya mulai dari awal Januari 2019 telah dilakukan upaya persuasif yakni sosialisasi secara langsung atau tidak langsung berupa pemberitahuan kepada masyarakat atas pemakaian aset tanah PT Kereta Api dan pemberitahuan atau peringatan secara tertulis sebanyak 3 tiga kali dan somasi kepada masyarakat atas pemakaian aset anah PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang akan ditertibkan dengan tembusan surat kepada aparat wilayah terkait. 

Bulan Januari 2019 PT KAI telah menyosialisasikan kepada pemilik bangunan akan dilaksanakan penertiban lahan di wilayah tersebut. Hasil sosialisasi dengan pemilik bangunan, PT KAI Divre II mengabulkan permintaan para pemilik bangunan agar dapat memberikan tenggang waktu pengosongan bangunan setelah hari raya Idul Fitri 1440 H yakni bulan Juni 2019 bahkan PT KAI Divre II memberikan kebijakan hingga akhir Agustus 2019," katanya.

Insan menjelaskan, di akhir Agustus 2019 beberapa pemilik bangunan yang tidak mengindahkan permintaan PT KAI untuk dapat segera mengosongkan bangunan tersebut sehingga PT KAI Divre II pun door to door menyerahkan surat peringatan pertama pada 3 September 2019, kedua 9 September 2019 dan peringatan ketiga pada 16 September 2019  (SP 1 , SP 2, SP 3) yang sudah diserahkan kepada pemilik bangunan dan masing-masing surat peringatan diberi waktu lima hari kalender untuk melakukan pengosongan bangunan bahkan melebihi tenggat waktu yang ditentukan.

Rencana awal pengosongan lahan dilakukan pada tanggal 28 November 2019. Dikarenakan kondisi kurang kondusif maka eksekusi penertiban lahan ditunda hingga Maret 2020. Pada tanggal 13 Maret 2020 dilakukan kembali rapat koordinasi lanjutan namun adanya larangan keramaian karena wabah Covid-19 maka segala kegiatan penertiban ditunda kembali, katanya.

Setelah itu, pihaknya memberikan somasi kepada penghuni bangunan 24 Maret 2020 dan somasi kedua pada tanggal 30 Juli 2020 kepada penghuni bangunan yang belum mengosongkan lahan atau kiosnya.

"Kami melakukan SOP penertiban mulai dari pelaksanaan sosialisasi kepada pemilik bangunan hingga mengeluarkan surat peringatan ketiga," tuturnya. (mdl)

TerPopuler