Dugaan Pencurian Thermo Gun di BPBD, Ajudan Ketua DPRD Pasbar Minta Maaf -->

Dugaan Pencurian Thermo Gun di BPBD, Ajudan Ketua DPRD Pasbar Minta Maaf

Selasa, 18 Agustus 2020, 17:33
Ajudan Ketua DPRD, Torang Fernando (baju putih) diapit Sekretaris BPBD, Gustrizal (paling kanan) dan Decky H Saputra, (rompi hitam) di ruang BPBD Pasbar. (foto ist)

Simpang Empat, Rakyatterkini - Ajudan Ketua DPRD Pasaman Barat, Torang Fernando, meminta maaf kepada BPBD atas keteledorannya mengambil thermo gun (alat pengukur suhu tubuh) beberapa waktu lalu di kantor BPBD setempat.

Kedatangan Torang Fernando, Selasa (18/8/2020), ke kantor BPBD tersebut, didampingi Kepala Inspektorat, Harisman Nasution, Asisten I Setia Bakti dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Teguh Suprianto untuk meminta maaf kepada jajaran BPBD Pasaman Barat.

Torang dan sopir Ketua DPRD diterima oleh Sekretaris BPBD Gustrizal dan Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Decky H Saputra di ruangan BPBD Pasaman Barat.

"Dia (Torang) mengakui memang telah mengambil thermo gun tersebut, dan dia minta maaf. Permintaan maaf itu juga dibuat secara tertulis di atas materai yang diberikan kepada kami, "kata Decky.

Atas permintaan maaf ajudan ketua DPRD tersebut, kata Decky, sebagai sesama manusia pihaknya telah memaafkannya. Tetapi soal proses hukum dia menyerahkan kepada pihak kepolisian Polres Pasaman Barat sebagai penegak hukum.

"Soal maaf sudah kami maafkan, tapi  soal hukum kita serahkan saja ke polisi, "tukas dia.

Pengurus KNPI Pasaman Barat Idenvi Susanto mengapresiasi atas permintaan maaf oleh ajudan Ketua DPRD Pasaman Barat tersebut. Tetapi permintaan maaf bukan membatalkan proses hukumnya, karena hal tersebut sudah menjadi ranahnya polisi.

"Kita berharap supaya kasusnya terang dan tidak jadi polemik sebaiknya polisi memproses kasus dugaan pencurian thermo gun di ruang BPBD itu sampai tuntas, "ujar Idenvi Susanto.

Menurut Idenvi, kalau kasus pencurian selesai dengan meminta maaf maka akan banyak perkara pencurian selesai dengan cara maaf tersebut dan tidak akan ada efek jera atau penegakkan hukum di Pasaman Barat. (js)

TerPopuler