Terlibat Ilegal Mining, Wali Nagari di Dharmasraya Ditangkap -->

Terlibat Ilegal Mining, Wali Nagari di Dharmasraya Ditangkap

Kamis, 16 Juli 2020, 16:09
Para tersangka saat ekspos kasus di Mapolda Sumbar. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Diduga terlibat ilegal mining, Wali Nagari Koto Beringin, Kecamatan Tiumang, Kabupaten Dharmasraya diringkus tim Reskrimsus Polda Sumbar, pada Kamis (2/7/2020) lalu.

Dalam ekpos kasus Kamis (14/7/2020), terungkap tambang yang menggunakan mesin dompeng ini tidak berizin. Makanya, petugas langsung mengamankan ketujuh tersangka berikut barang buktinya.

Mereka melakukan penambangan pasir dan batuan serta emas tanpa ada izin usaha. Tujuh tersangka dan barang bukti sudah kita sita, jelas Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Satake Bayu, didampingi Kasubdit IV Tipidter, AKBP David Harnedy Tampubolon.

Ketujuh tersangka, yakni, SH alias H (34) oknum Wali Nagari dan enam warganya yakni, TA (33), HHP (33), RWO (24), MH (40), MS (43) dan MT (41) yang rata-rata berprofesi sebagai petani.

"Kita mengamankan semua tersangka berdasarkan atas laporan masyarakat terkait adanya kegiatan tambang ilegal tanpa izin, sekarang kasus ini sudah dalam penanganan penyidik," ujarnya.

Petugas mengamankan satu unit ekskavator, mesin Robin, slang air, alat dulang, selembar karpet, dua buah baterai, dua buah baskom dan sebotol air raksa atau mercuri

Para tersangka terancam pasal 158 UU No.3 tahun 2020 tentang perubahan atas UU No.4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp100 miliar.

Sebelumnya, polisi juga mengamankan dua pelaku penyimpanan bahan bakar tanpa izin usaha berupa bahan bakar minyak tanah di dua lokasi, masing-masing di di Villa Idaman Blok E/23 RT 005 RW 001 Kelurahan Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji Kota Padang dan Desa Ampalu Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman.

Pada kasus itu, petugas berhasil mengamakan pelaku berinisal CW (44) warga Kelurahan Sungai Sapih, Kuranji, Padang, pada Rabu 20 Mei 2020 malam.

Di lokasi kedua petugas mengamankan pelaku berinisial I (36) di Desa Ampalu Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman.

Pada pelaku CW (44), petugas menyita 6 tedmon yang diantaranya 4 buah tedmon berisi BBM jenis minyak tanah, 36 buah drum yang diantaranya 26 drum berisikan BBM minyak tanah, 40 jeriken yang diantaranya 13 jeriken yang berisikan minyak tanah.

Sementara dari pelaku berinisial I (36), petugas juga menyita 4 tedmon berisikan isi 1000 liter bensin, 7 jeriken masing-masing berisikan 35 liter, 1 jeriken 20 liter berisikan minyak tanah serta beberapa alat pewarna dan bubuk pemutih. (gp)

TerPopuler