Sempat Viral Nada Tidak Terima BLT, Ini yang Terjadi Sebenarnya -->

Sempat Viral Nada Tidak Terima BLT, Ini yang Terjadi Sebenarnya

Sabtu, 18 Juli 2020, 11:38
Nada bersama perangkat nagari. (foto ist)

Painan, Rakyatterkini – Wali Nagari Batang Betung Tapan, Joni Evendi menyatakan pelajar SMPN 01 Basa Ampek Balai, Pesisir Selatan, Nada, sudah menerima BLT Rp600 ribu setiap tahapnnya.

Ada tiga Tahap dalam pembagian BLT. Tahap I pada 21 Mei, Tahap II pada 11 Juni dan tahap III, 8 Juli 2020. "Dari keseluruhan tahapan sudah kita berikan semua pada yang bersangkutan, ”ujar Joni Evendi, pada Rakyatterkini.com

Dikatakan, pihaknya menelusuri setiap rumah warga yang dinyatakan berhak menerima bantuan. Ditahap I, penyerahan bantuan langsung diberikan pada kakak Nada bernama Imul.

Seyogyanya karena dalam penyerahan BLT yang benerima adalah Imul, tentu seharusnya Imul pula yang berhak kembali menerima BLT Tahap II dan Tahap III tersebut.

Tidak hanya itu, pihak dari kantor nagari juga sempat mengunjungi kediaman Nada, ternyata tidak ada ditempat. Oleh sebab itu, penyerahan dana BLT untuk yang bersangkutan sempat tertunda, hingga akhirnya tetap diberikan dan diterima oleh yang bersangkutan.

Awalnya tahap I yang menerima kakaknya bernama Imul. Namun dikarenakan pergi pulang kampung ke Jambi, lantas yang tinggal hanya Nada. Pada saat pihak nagari beserta kepala kampung, Syamsul, ingin memberikan bantuan BLT tahap II, ternyata Nada tidak berada di rumah, sehingga pihak kantor menduga yang bersangkutan ikut keluarganya ke Jambi.

"Jadi inilah cerita yang sebenarnya, ”ujar wali nagari dihadapan beberapa tokoh masyarakat dan Camat Basa Ampek Balai (BAB) Tapan, Aflizan, yang juga turut dihadiri oleh Nada, Jumat (17/7/2020) di Kantor Wali Nagari Batang Betung Tapan.

Camat BAB Tapan, Aflizan mengungkapkan, Nada sudah menerima bantuan, bahkan tidak hanya sekadar menerima bantuan, warga sekitar dan pemerintahan yang ada di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, khususnya di Kantor Wali Nagari Batang Betung Tapan juga  sering memperhatikan bahkan turut memberi bantuan pada yang bersangkutan.

"Kami memahami telah terjadi mis komunikasi, ada oknum yang berusaha untuk membuat sebuah opini seakan pemerintahan dinilai tidak cepat tanggap atau respon dengan warganya. Padahal jangankan pemerintahan, warga di sekitar pun ikut membantu Nada, ”ungkap Camat.

Sementara itu, Ketua Pengurus Masjid Nurul Iman Nilau, Mukhsin dan Ketua Bamus Nagari Batang Betung, PM. Busman menjelaskan, Nada selalu diperhatikan dan mendapat bantuan dari masyarakat. Bahkan tidak tanggung-tanggung ada niat warga untuk membangun kediamannya.

Namun dikarenakan beliau tinggal di tanah pemerintah, dan tidak memiliki tanah, oleh sebab itu tidak bisa dibangunkan rumah untuk beliau.

Selain itu, kami juga menawarkan jika Nada ingin tinggal di masjid, pihaknya juga sangat menyetujui.

Kemudian, PM Busman, ketua Bamus juga merasa terpanggil dengan adanya opini yang berkembang di tengah masyarakat, padahal tidak sesuai dengan kenyataan. Nada selalu menerima bantuan dan warga disekitar sangat peduli.

Bahkan tidak tanggung-tanggung, ia juga menegaskan ada juga salah satu tokoh masyarakat Nasution, siap untuk memberikan bantuan beras dan uang setiap minggu pada Nada. (baron)

TerPopuler