Periksa Hewan Kurban, Bidang Peternakan Turunkan Petugas Pemeriksa -->

Periksa Hewan Kurban, Bidang Peternakan Turunkan Petugas Pemeriksa

Kamis, 30 Juli 2020, 12:41
Kabid Peternakan, Drh. Varia Warvis. (foto ist)

Batusangkar, Rakyatterkini - Hewan kurban sebelum dan sesudah disembelih akan diperiksa petugas kesehatan hewan, yang diturunkan Bidang Peternakan Pemkab Tanah Datar guna mengecek kondisi organnya.

Diperkirakan pemotongan hewan kurban untuk daerah ini mencapai 5.000 ekor menyebar di masjid dan mushala pada 75 nagari kebanyakan dilakukan pada Sabtu-Minggu (1-2/8) nanti.

"Kendati kita kekurangan personil dan tenaga pemeriksaan hewan kurban tetap kita lakukan tiap tahun," kata Kabid Peternakan Drh. Varia Warvis.

Ditemuai di kantornya Pagaruyung, Kamis (30/7), Kabid mengatakan semestinya pemeriksaan hewan kurban ante-mortem sebelum dipotong dan post-mortem (setelah dipotong) dilakukan ditiap titik pelaksanaan ibadah kurban.

Ia mengakui saat ini masih mengandalkan sebanyak 14 orang dokter hewan dan 14 petugas peternakan kecamatan untuk mengecek kondisi kesamwhatan hewan, sementara jumlah masjid dan mushala sangat banyak.

"Makanya, pemeriksaan hewan kurban dalam bentuk ante-mortem dan post-mortem hanya bisa dilakukan dibeberapa mesjid utama di Batusangkar, dan satu masjid raya ditiap kecamatan," ungkap Varia Warvis.

Dikatakannya, tim diturunkan akan memeriksa sapi sebelum dipotong, kemudian jeroang sapi usai dipotong. Apabila ada daging atau organ yang tidak layak dikonsumsi, seperti hati yang mungkin banyak terdapat cacing hatinya (fasciola hepatica), maka sebagian atau seluruhnya tidak boleh sikonsumsi, kemudian dimusnahkan demikian juga bagian organ lainnya. 

Dikatakan, pada prinsipnya tujuan dari pengawasan ini adalah agar daging kurban  dikonsumsi masyarakat adalah daging yang ASUH (aman, sehat, utuh dan halal).

Menurutnya, kegiatan ini sudah setiap tahun dilaksanakan, Alhamdulillah, respon besar dari pengurus masjid dan panitia kurban.

Sementara, dalam pelaksanaaannya, Kabid tetap meminta agar panitia dan petugas pemotongan harus melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

Hal ini sesuai ederan bupati bersama instruksi Kementerian Pertanian RI yang pada wali nagari agar ditindaklanjuti di lapangan oleh pengurus mesjid, surau dan mushala.

Dimana protokol pelaksanaan pemotongan hewan kurban menerapkan physical distancing dimana hanya dihadiri panitia dan petugas yang berjarak satu meter saat bekerja, mereka langsung menditribusian daging kurban ke rumah mustahid.

Penerapan higine personil, berupa cuci tangan pakai sabun, sanitasi lokasi, tiap orang mengenakan alat pelindung diri dengan memakai masker, kaca mata goggle dan sarung tangan serta penutup alas kaki. (ydi)

TerPopuler