Kabid Pembinaan SD Tegaskan Pemotongan Dana PIP Tidak Dibenarkan -->

Kabid Pembinaan SD Tegaskan Pemotongan Dana PIP Tidak Dibenarkan

Jumat, 17 Juli 2020, 19:36
Siti Zaenab, Kabid Pembinaan SD Disdikpora Trenggalek. (foto ist)

Trenggalek, Rakyatterkini.com - Siti Zaenab, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Trenggalek mengaku tidak membenarkan atas kejadian yang diduga dilakukan oknum Kepala Sekolah (Kasek) SDN 3 Sumurup Kecamatan Bendungan.

“Kita tidak pernah melakukan perintah agar dana PIP yang dari pemerintah pusat itu dipotong, ”ujarnya, Jumat (17/7/2020).

Sebelumnya, sejumlah orang tua siswa atau wali murid SDN 3 Sumurup Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek mengeluhkan adanya potongan dana terkait lebihnya nominal transfer dari Program Indonesia Pintar (PIP) oleh pihak sekolah setempat.

Salah satu  wali murid sebut saja Toni (25), mengaku, dana PIP yang diterimanya beberapa minggu lalu, mengaku kaget saat dana transfer PIP dari pusat untuk siswa ternyata harus dipotong oleh oknum yang mengaku suruhan dari pihak sekolah setempat dengan besaran potongannya beragam mulai dari Rp 25 Ribu hingga Rp 50 Ribu.

Alasan lain, Zaenab mengungkap pemotongan tersebut berawal dari keprihatinan dari orang tua wali siswa yang ingin agar siswa membeli jajanannya di kantin milik sekolah sendiri.

“Jadi yang disampaikan Ibu Y kepada wartawan jika penggunaan dana potongan itu untuk membangun perpustakaan sekolah sebagai pengganti dipakainya untuk kantin itu merupakan kerangan yang salah, ”ungkapnya.

Zaenab juga membenarkan jika Ibu Y bukan sebagai bagian dari sekolah dan secara kebetulan saja, perempuan paro baya itu ditunjuk untuk mengumpulkan setoran dari wali murid yang memperoleh dana pusat itu.

Kasek sendiri mengaku telah melakukan kelalaian dan pihak sekolah telah mendatangi pihak keluarga Toni serta sudah saling memaafkan.

Namun Zaenab seolah tetap melindungi pihak sekolah, terbukti belum ada sangsi apapun terhadap sekolah dan Kaseknya.

“Kita lakukan pembinaan terhadap Kasek serta telah menghentikan kegiatan pemotongan itu, ”tegasnya.

Sementara, Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek masih akan mengkaji permasalahan yang ada di SD tersebut dan akan menindaklanjuti melalui rapat-rapat formal.

“Tentu itu akan kita telaah lebih jauh karena itu jelas melanggar,”tukas Mugiyanto, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek.

Sementara dari informasi yang dihimpun, dari keterangan sumber, ada 34.660 siswa di 422 SD Negeri se Kabupaten Trenggalek yang menerima dana PIP dengan besaran beragam.

“Saya akui ada tekanan dari beberapa wali murid agar saya tidak mempermasalahkan pemotongan dana itu lagi, ”pungkas Toni. (AS)

TerPopuler