Dewan Trenggalek Optimis Perekonomian akan Normal Pasca Dibuka Tempat Wisata -->

Dewan Trenggalek Optimis Perekonomian akan Normal Pasca Dibuka Tempat Wisata

Jumat, 10 Juli 2020, 18:02
Wisata Putri Maron dibuka. (foto ist)

Trenggalek, Rakyatterkini.com - Dengan dibukanya 14 destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek, maka optimisme perputaran ekonomi di kota kripik akan segera pulih.

Itu dikatakan Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek, Pranoto, saat menyaksikan pembukaan wisata secara simbolis oleh Bupati Trenggalek, H Moch Nur Arifin di lokasi Wisata Putri Maron Desa Depok Kecamatan Bendungan, Jumat (10/7/2020).

“Akan tetapi, kami menyetujui  tempat wisata itu bisa kembali ditutup apabila pengelola tak menjalankan protokol kesehatan, ”tandasnya.

Semua itu, menurut Pranoto, sebagai upaya  pencegahan virus Corona yang di Trenggalek masih bertambah jumlah orang yang positif terpapar.

“Kami juga harus pastikan tempat tersebut penuhi prosedurnya,”tuturnya.

Menurut politisi PDI Perjuangan ini, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait harus rutin melakukan pengawasan.

“Dinas yang punya legalitas untuk mengevaluasi, bila melanggar bisa dicabut izinnya, ”jelasnya.

Sebenarnya, selain 14 destinasi wisata di Trenggalek, masih ada ratusan destinasi wisata yang lain, tetapi secara bertahap nantinya akan dibuka.

“Menggerakan ekonomi melalui wisata dilakukan secara bertahap, "timpalnya.

Sedangkan untuk untuk wisata itu awal yang didapat informasinya hanya diperuntukkan wisatawan lokal saja.

“Untuk manca kabarnya masih belum diperbolehkan, ”tegasnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Trenggalek, Sunyoto mengatakan, tim Gugus Tugas telah memverifikasi 22 tempat wisata yang mengajukan pembukaan.

Namun, delapan di antaranya tak memenuhi standar. Sehingga hanya 14 tempat yang bisa dibuka mulai Jumat.

Nyoto mengatakan, ada tiga hal utama yang menjadi pertimbangan dalam pembukaan tempat wisata itu.

Pertama, aspek peralatan. Tempat wisata yang buka harus memiliki alat-alat yang berhubungan dengan protokol Covid-19. Contohnya, tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh.

“Kedua, aspek sumber daya manusia. Pembagian tugas untuk pengelola juga harus standar protokol Covid-19,” ucap Sunyoto.

Terakhir, soal konsep penerapan physical distancing di lokasi wisata. Tempat wisata harus memungkinkan para wisatawan untuk menjaga jarak. Serta membatasi jumlah pengunjung maksimal 50 persen kapasitas. (AS)

TerPopuler