Dana PIP di SDN 3 Sumurup Diduga Dipotong -->

Dana PIP di SDN 3 Sumurup Diduga Dipotong

Kamis, 16 Juli 2020, 16:56
Mashudi, Kepsek SDN 3 Sumurup, Kecamatan Bendungan. (foto as)

Trenggalek, Rakyatterkini.com - Sejumlah wali murid SDN 3 Sumurup, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek mengeluhkan adanya potongan dana terkait lebihnya nominal transfer dari Program Indonesia Pintar (PIP) oleh pihak sekolah setempat.

Salah satu  wali murid sebut saja Toni, (25), mengaku, dana PIP yang diterimanya beberapa minggu lalu, mengaku kaget saat dana transfer PIP dari pusat untuk siswa ternyata harus dipotong oleh oknum yang mengaku suruhan dari pihak sekolah setempat.

“Besaran potongannya beragam mulai dari Rp25 Ribu hingga Rp50 Ribu, ”ungkapnya, Kamis (16/7/2020).

Dilanjutkan, misalnya ada transferan PIP sebanyak Rp225 Ribu, maka potongan yang dilakukan oknum tersebut sebesar Rp25 ribu sedangkan yang Rp200 Ribu bisa dinikmati untuk kebutuhan siswa yang berhak mendapatkan itu.

“Sedang siswa yang mendapatkan Rp450 ribu, maka potongannya yang harus disetor kepada oknum sebanyak Rp50 Ribu,” lanjutnya.

Pihaknya mempertanyakan terkait lebihnya uang itu kenapa harus diberikan kepada oknum yang berdiri sebagai warga biasa serta rumah tinggalnya ada di samping gedung sekolah SDN 3 Sumurup.

"Saya sempat tanyakan dan katanya uang itu akan dipergunakan untuk membangun perpustakaan sekolah,"terangnya.

Dari informasi yang dihimpun, Program Indonesia Pintar (PIP) itu  bersumber dari dana pemerintah pusat yang masuk ke rekening siswa.

Sementara, oknum suruhan SDN 3 Sumurup itu, sebut saja Y, (35), mengaku hanya disuruh M, Kepala Sekolah di SDN 3 Sumurup, Kecamatan Bendungan untuk menerima setoran dari wali murid di sekolah itu yang sudah menerima transfer dana PIP.

“Saya hanya disuruh Kasek M menerima setoran itu, ”ungkapnya.

Masih menurut Y, dana itu menurut keterangan M akan digunakan untuk membangun gedung perpustakaan sekolah.

“Katanya mau ganti gedung perpus yang lama , dimana kini sudah digunakan untuk kantin sekolah, ”tuturnya.

Saat dikejar pertanyaan apakah yang dilakukannya itu benar secara aturan, Y mengaku tidak tahu dan mengembalikan perkara itu kepada yang menyuruhnya yakni Kasek SDN 3 Sumurup.

Sementara Kepala SDN 3 Sumurup M, menyangkal terkait aduan dari wali murid / orang tua siswa yang mengatakan ada pemotongan dana dari program Indonesia Pintar (PIP) itu.

"Itu tidak benar pihak sekolah hanya meminta kepada orang tua siswa/ walimurid untuk menyumbang seikhlasnya untuk pembangunan kantin sehat di sekolah dan tidak menarget, "terangnya.

Ia menambahkan dana PIP merupakan anggaran yang dicairkan oleh pemerintah pusat melalui rekening siswa masing-masing. Besarannya juga tergantung kelas. Siswa kelas satu akan mendapat Rp225 ribu, sedangkan siswa kelas dua dan enam mendapat Rp450 ribu.

“Buku rekening juga dipegang oleh siswa atau wali murid. Hal ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Salah satunya, seperti pemotongan,” pungkasnya. (AS)

TerPopuler