Sejumlah Petani Mengaku Tidak Menerima Bagi Hasil Pengilingan Padi

Sejumlah Petani Mengaku Tidak Menerima Bagi Hasil Pengilingan Padi

Selasa, 09 Juni 2020, 07:02
Tumpukan beras.

Painan, Rayatterkini - Sejumlah petani yang terdaftar sebagai anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Batang Timbulun, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengaku tidak pernah menerima bagi hasil dari pengoperasian heler milik Gapoktan tersebut. Padahal heler telah beroperasi sejak Januari 2016.

"Hingga saat ini kami anggota tidak pernah tahu berapa besaran keuntungan, karena tidak pernah dilakukan bagi hasil, "kata anggota Gapoktan Batang Timbulun, Ertita di Kecamatan Sutera, Senin (8/6/2020).

Sementara itu, anggota Gapoktan Batang Timbulun lainnya, Rahim menyebut pengurus Gapoktan tidak membuka diri terkait keberadaan heler, sehingga ia enggan menanyakan berapa keuntungan yang didapat, apalagi untuk menggiling gabah di sana.

Ia menyebut selain heler, Gapoktan Batang Timbulun juga mendapat bantuan berupa pengering gabah, hanya saja kedua unit itu hanya dirasakan oleh segelintir pengurus, sehingga ada dan tidak ada kedua unit tersebut aktivitas bertani di wilayah setempat tetap sama.

Lebih baik keduanya diambil alih kembali oleh pemerintah, karena hanya dimanfaatkan oleh sekelompok orang, padahal peruntukannya sudah jelas yakni untuk seluruh anggota gapoktan.

Petani lainnya, Tati mengaku pernah menggunakan jasa heler tersebut untuk menggiling gabah, hanya saja seingatnya, ongkos yang dipatok pengelola sama dengan heler lain yang pada dasarnya bukan heler bantuan, sehingga ia mengaku tidak pernah lagi menggiling padi di sana.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Batang Timbulun, Buskamil mengaku selalu mengundang seluruh anggota Gapoktan untuk mengadakan rapat setiap tahunnya, hanya saja dari yang diundang cuma beberapa anggota saja yang hadir.

Menyakut ongkos penggilingan gabah, ke masyarakat pihaknya menetapkan tarif Rp15 ribu per karung, dengan berat per karung 68 kilogram. Ongkos tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan kesepakatannya dengan Dinas Pangan Pesisir Selatan yakni sebesar Rp23.400 per karung.

Sementara bagi pedagang yang memanfaatkan jasa penggilingan padi, pihaknya menetapkan ongkos Rp20 ribu per karung, karena juga mencakup jasa penjemuran hingga pejahitan karung. (baron)

TerPopuler