Perda Penertiban Hewan Ternak tak Berdaya, Sapi Cari Makan di Taman Wisata Pantai Carocok Painan -->

Perda Penertiban Hewan Ternak tak Berdaya, Sapi Cari Makan di Taman Wisata Pantai Carocok Painan

Minggu, 21 Juni 2020, 20:17
Sapi masuk ke taman wisata di Painan. (foto ist)

Painan, Rakyatterkini - Masih rendahnya kesadaran pemilik ternak di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dengan membiarkan hewan piliaaraanya berkeliaran bebas, menjadi sorotan oleh masyarakat pengunjung di beberapa kawasan wisata di daerah itu.

Kondisi itu memang tidak bisa dipungkiri, sebab sampai saat ini memang masih terlihat ternak berkeliaran bebas di dalam kota Painan, bahkan di taman wisata sekalipun.

Ternak yang berkeliaran bebas disepanjang jalan kota, dan taman wisata sangat mengganggu kenyamanan masyarakat. Sebab bisa mengundang kecelakaan, dan mengganggu keindahan. Belum lagi kotoran yang ditinggalkan, baik di jalan raya maupun di taman kawasan wisata sendiri," ungkap Ferli 45, salah seorang pengunjung kawasan Wisata Carocok Painan, Sabtu (20/6).

Dia mengatakan bahwa ternak yang berkeliaran di sepanjang jalan utama kota Painan dan kawasan wisata itu bukan saja kawanan sapi, tapi juga ternak kambing dengan jumlah begerombolan.

Namun dari kawanan itu yang lebih marak dan terkenal adalah jenis sapi, sebab disamping jumlahnya banyak, juga sering mengundang kecelakaan.

Pengalaman menabrak sapi di jalan raya itu, sudah dua kali saya alami di daerah ini, sebab sapi itu bukan saja berkeliaran di siang hari, tapi juga malam hari karena kawanan sapi ini juga senang tiduran diatas badan jalan dengan jumlah lebih dari 5 ekor. Untung dari dua kali kecelakaan itu tidak menimbulkan  luka serius, sehingga saya masih tetap sehat seperti saat ini," ujarnya.

Hal serupa juga dikeluhkan Mardiana 52, kepada Padang Ekspres dan mengakui bahwa akibat menabrak sapi di jalan raya, dia sempat dirawat selama 3 hari di rumah sakit. Sementara pemilik sapi yang ditabrak itu tidak ada yang mengaku.

Akibat kejadian itu, jari kelingking tangan kirinya tidak lagi bisa digerakan akibat kecelakaan. Kecelakaan itu dia alami lima tahun lalu.

Sebagai masyarakat, berharap agar pemerintah daerah konsisten dengan Perda nomor 22 tahun 1997 tentang penertiban hewan ternak yang sudah dilahirkan itu.

Sebab dengan tidak berdayanya Perda penertiban hewan ternak di daerah ini, membuat kota Painan kurang sedap di pandang mata.  Kotoranya tercecer dimana-mana, belum lagi ancaman kecelakaan bagi pengendara sebagaimana yang dialami. (baron)

TerPopuler