Objek Wisata Kembali Dibuka, ini Paparan Tiga Wali Kota

Objek Wisata Kembali Dibuka, ini Paparan Tiga Wali Kota

Jumat, 12 Juni 2020, 14:29
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

Rakyatterkini, Padang - Tiga Wali Kota dari Provinsi Sumatera Barat (Padang, Pariaman, Bukittinggi) memaparkan pariwisata di tiga destinasi tersebut sudah resmi dibuka.

Ketiga walikota tersebut, Walikota Padang, Mahyeldi, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias dan walikota Pariaman, Genius Umar sepakat akan melaksanakan protokol kesehatan dan menyosialisasikannya kepada masyarakat untuk mengikutinya, terutama pelaku usaha pariwisata.

Pembukaan destinasi wisata tersebut diharapkan dapat menggerakan ekonomi masyarakat di daerah masing-masing. Pemaparan virtual meeting ini dipimpin oleh Nasirman Aciak dari Kadin Sumatera Barat.

Di samping itu Walikota Padang Mahyeldi akan menyosialisasikan segera SOP (Standard Operational Procedure) kesehatan dalam bentuk Perwako (Peraturan Walikota Padang).

Kerjasama dan bantuan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Propinsi Sumatera Barat sebagai advisor dan juga motivator pelaku dunia usaha diperlukan untuk bersama-sama dengan pemerintah dalam menggerakan ekonomi pelaku usaha, peran Kadin sangat dibutuhkan untuk hal ini.

Sam Salam, sebagai desainer Virtual Meeting ini menambahkan bahwa protokol kesehatan ini memerlukan kedisiplinan semua stakeholder tanpa kecuali. Kenyamanan dan keamanan wisatawan harus mendapat jaminan dari masing-masing destinasi.

"Disamping disiplin, peningkatan pelayanan berbasis kesehatan adalah hal yang tidak mudah dan perlu adaptasi terlebih dahulu. Menjaga nama baik destinasi harus konsisten agar peningkatan kunjungan lebih banyak lagi," katanya.

Usaha pemerintah provinsi Sumatera Barat menerapkan Swab/PCR test bagi para wisatawan di Bandara International Minangkabau (BIM), sehingga semua wisatawan bersih dari Covid-19, diharapkan akan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan ke destinasi yang ada di Sumatera Barat.

"Green tourism belum menjamin meningkatkan kepercayaan wisatawan, kalau seandainya destinasi dan atau lokasi yang akan dikunjungi tidak bersih atau zona merah Covid-19, yang lebih baik adalah bahwa zona hijau untuk wisatawan," katanya.

Ia mengatakan, tidak mudah menerapkan peningkatan kepercayaan wisatawan, namun pihaknya selalu optimis bahwa kerterlibatan banyak pihak dan bersama-sama memikirkan dunia usaha pariwisata ini jelas akan membantu peningkatan wisatawan ke Sumatera barat.

"Kumpulan pelaku dunia usaha (Kadin) membutuhkan kerjasama denagn pembuat kebijakan (pemerintah), sebaliknya pembuat kebijakan (pemerintah) jelas tidak akan lancar kalau tidak melibatkan pelakunya (Anggota Kadin)," katanya.

Kerjasama Kadin dengan pemerintah dapat ditingkatkan, karena pelaku pariwisata lebih tahu tantangan dan masalah yang dihadapi di lapangan.

"Wisatawan dari luar negeri yang jauh dari Indonesia seperti Eropa, China dan lainnya tentu belum bisa kita harapkan, karena harus memakai masker 10 sampai 15 jam. Bayangkan 15 jam pakai masker di pesawat. Bisa saja sakit' menghirup nafas sendiri," tuturnya. (mdl)

TerPopuler