Napi Positif Covid-19 Sijunjung Sempat Ditolak RS Padang -->

Napi Positif Covid-19 Sijunjung Sempat Ditolak RS Padang

Rabu, 03 Juni 2020, 15:38
Tahanan Lapas Kelas II B Sijunjung dibawa ke Padang. (foto ist)

Rakyatterkini, Sijunjung - Seorang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Sijunjung, Sumatera Barat yang positif Covid-19, sempat mendapat penolakan saat hendak dirujuk ke RSUD dr Rasidin, Padang.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumbar, Budi Situngkir mengatakan narapidana dalam kasus pencurian tersebut dirujuk ke rumah sakit demi mengantisipasi penyebaran virus Covid-19.

Budi menyebut bahwa ini kasus perdana yang terjadi di wilayah Kanwil Kemenkumham Sumbar. Pihaknya sudah berkoordinasi dan menugaskan tim dokter untuk melakukan komunikasi terkait penempatan narapidana tersebut.

"Dari beberapa tempat di RSUD Rasidin inilah yang dipilih, namun terjadi miskomunikasi hingga dapat penolakan seperti ini," kata Budi, Selasa (2/6).

Budi menyayangkan sikap pihak rumah sakit yang sempat menolak tahanan yang positif Covid-19 tersebut. Ia menyebut, bahwa semua pihak memang belum berpengalaman menangani penyakit tersebut, termasuk dengan alasan ketakutan pihak rumah sakit dengan tindakan macam-macam yang dilakukan narapidana kepada petugas medis.

"Saya jelaskan bahwa siapapun itu mau warga binaan, mau masyarakat biasa, mau penjabat, penanganan semestinya harus sama. Kami melakukan pengamanan ini belum ada juga pengalaman, kami butuh dukungan, agar warga binaan ini tidak macam-macam," katanya.

Budi mengatakan, di Lapas Kelas II B Sijunjung saat ini terdapat 215 narapidana yang sedang menjalani masa hukuman. Narapidana yang positif corona tersebut diketahui berada satu sel dengan empat tahanan lainnya.

Pasien positif setelah mendapat kiriman makanan dari pihak keluarganya yang datang dari Kabupaten Kepulauan Mentawai. Keluarganya tersebut ternyata positif Covid-19 setelah kembali dari Sijunjung dan hasil tes swab-nya keluar.

"Untuk mengantisipasi agar virus tersebut tidak merebak semakin luas di dalam penjara, kami pisahkan rekan beliau yang berjumlah empat orang dengan dirinya, sementara 214 lainnya juga sudah tes swab dan hasilnya negatif," katanya.

Pihaknya tidak melakukan pemindahan sebanyak 214 narapidana yang negatif pasca kejadian tersebut. Hanya saja, Budi mengatakan, para tahanan dibiasakan untuk mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang dikeluarkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO).

"Tidak ada kami pindahkan, hanya saja mereka diminta jaga jarak, terapkan hidup sehat dan selalu rajin mencuci tangan," katanya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD dr Rasidin Padang Herlin Sridiani membantah pihaknya melakukan penolakan terkait narapidana dari Lapas Kelas II B Sijunjung yang positif corona.

"Tidak ada kami tolak, semua pasien positif corona kami terima kok dari segala kalangan, tidak ada kami tolak," kata Herlin saat dihubungi melalui sambungan telepon seluler, Rabu (3/6). (mdl)

TerPopuler