Mengisi BBM ke Jeriken Dilarang, Warga Komplain ke SPBU

Mengisi BBM ke Jeriken Dilarang, Warga Komplain ke SPBU

Kamis, 11 Juni 2020, 06:32
Warga protes ke SPBU di Ranah Pesisir. (foto ist)

Pessel, Rakyatterkini - Sejumlah masyarakat di Kampung Tengah Padang, Nagari Koto VIII Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Pesisir Selatan, komplain ke SPBU setempat karena mereka tidak dibolehkan mengisi BBM jenis premium dalam bentuk jeriken.

"Kami masyarakat di sini dilarang mengisi jeriken. Sementara mobil yang sudah dimodifikasi tangkinya melansir BBM jenis premium dalam jumlah yang banyak," ujar Wendri, (40) warga setempat.

Ia menilai pihak SPBU tidak adil terhadap masyarakat setempat. Menurutnya, masyarakat juga butuh uang untuk menghidupi keluarga dengan cara membeli minyak dengan jeriken kemudian menjualnya ke pengecer.

"Kalau memang kami tidak dibolehkan mengisi BBM menggunakan jeriken, yang lain juga dilarang. Ini kampung kami. Jangan pilih kasih di sini," katanya dengan nada kesal.

Kapolsek Ranah Pesisir, Iptu Andi Yanuardi menyebutkan, jauh hari sebelumnya pihaknya sudah melarang masyarakat ataupun pengendara mengisi BBM jenis Premium ke jeriken. Namun, pihak SPBU tidak mengindahkan himbauan tersebut dan seakan main kucing-kucingan dengan petugas.

"Kami dari Polsek tidak pernah memberi izin. Bahkan, pihak pengelola sudah pernah kami panggil agar tidak melakukan pengisian BBM kedalam jeriken," tutur Kapolsek.

Ia mengakui, sejauh ini memang sering terjadi insiden di lingkungan SPBU tersebut, seperti cek-cok mulut sesama pengisi jeriken hingga berujung ke perkelahian. Bahkan, baru-baru ini ada kecelakaan terjadi disekitar SPBU tersebut. (baron)

TerPopuler