Keramaian Pasar Ternak Batusangkar Terapkan Protokol Kesehatan -->

Keramaian Pasar Ternak Batusangkar Terapkan Protokol Kesehatan

Jumat, 26 Juni 2020, 14:31
Pasar ternak Batusangkar yang telah dibuka lima kali depan. (foto yusnaldi)

Batusangkar, Rakyatterkini - Di tengah menggeliat Pasar Ternak Batusangkar, pihak pengelola terus berupa agar toke ternak dan masyarakat yang berdatangan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Menjelang hari Raya Idhul Adha tiap Kamis pasar ternak berlokasi di Nagari Cubadak Kecamatan Limo Kaum ini akan mengalami puncak keramaian dengan besarnya nilai transaksi.

"Penerapan protokol kesehatan Covid-19, dimana pengunjung harus menggunakan masker, pemeriksaan suhu tubuh, social distansing, penyediaan tempat cuci tangan. Semua dilakukan dengan bantuan dan pengawalan petugas keamanan dari Pol PP, Polri dan TNI," ucap Kabid Peternakan Dinas Pertanian Tanah Datar, Drh. Varia Warfis.

Ditemuai di Batusangkar, Jumat (26/6) kemarin Kabid mengutarakan pada corong mikrofon di sana himbauan untuk mengingatkan agar masyarakat pengunjung serta toke ternak untuk tetap waspada dengan menerapkan protokol kesehatan. Dengan maksud agar dengan kepatuhan bersama Pasar Ternak Batusangkar terbebas dari penularan virus ganas itu.

Diutarakan Varia Warfis, sejak ditutup selama dua bulan lalu hingga pekan kelima sekarang semua berlangsung kondunsif dan terkendali.

Dibukanya, pasar ternak ini dibuka sejak adanya permohonan assosiasi pedagang pasar ternak pada Dinas Pertanian. Kemudian atas rekomendasi dari tim Gugus Tugas Covid-19 kabupaten, yang didukung atas persetujuan bupati dibolehkan untuk kembali dibuka pada 28 Mei dengan menerapan protokol kesehatan pada siapa saja yang berada di sana.

"Alhamdulillah, memasuki minggu kelima pasca dibukanya kembali pengunjung dan toke mulai terbiasa dengan penerapan protokol kesehatan, meski tetap dalam pengawalan petugas keamanan, "ujar Kabid.

Tiap pekan di lokasi pasar yang terkenal dengan tradisi barasok ini sekitar 500 ekor ternak, diantaranya sapi dan kambing diperjualbelikan dengan omset toke mencapai lebih dari Rp2 miliar.

Dimana pundi-pundi pendapatan Pemkab untuk ini bertkisar Rp10-Rp.20 juta tiap pekan dari retribusi per ekor Rp10 ribu. (ydi)

TerPopuler