Kali Pertama Destinasi Wisata Tanah Datar Dibuka

Kali Pertama Destinasi Wisata Tanah Datar Dibuka

Senin, 08 Juni 2020, 21:52
Istano Basa Pagaruyuang dipersiapkan menyambut wisatawan. (yusnaldi)

Batusangkar, Rakyatterkini - Destinasi wisata Tanah Datar telah dibuka pada Senin (8/6/2020), namun belum ada pengunjung datang.

Ini diperkirakan karena kali pertama dibuka sejak ditutup tiga bulan silam, termasuk akibat tingkat kecemasan masyarakat terhadap wabah Covid-19 yang masih melekat.

"Memang pemgunjung belum ada, makanya pengelola terlihat masih menutupnya, mereka juga mempersiapkan sarana ini dengan protokol kesehatan," ucap Kabid Parowisata Dispora Efrison saat dihubungi.

Katanya, dalam waktu berjalan pengunjung bakal berdatangan terutama ke Istano Basa Pagaruyung.

Lebih jauh diuratakannya, destinasi wisata telah dipersiapkan dalam new normal menyambut pengunjung dengan protokol kesehatan Covid-19.

Dikatakan, destinasi wisata Istano Basa Pagaruyung bersama 12 destinasi unggulan lainnya, seperti Batu Angkek-Angkek, Tanjung Mutiara, Nagari Tuo Pariangan, dan Panorama Tabek Patah dan lainnya, termasuk tradisi budaya pacu jawi juga bakal digelar.

Keseluruhan distinasi itu telah ditutup sementara akibat wabah COVID-19 sedari 21 Maret 2020.

"Sebelum menerima kunjungan wisatawan pengelola objek wisata harus menjaga kebersihan dan rutin menyemprot seluruh area objek wisata menggunakan desinfektan minimal 2 kali sehari," jelasnya.

Kemudian, pegawai menggunakan masker, menyediakan handsanitizer atau tempat cuci tangan dengan air mengalir, sabun, tissue tangan serta thermometer gunshot.

Di Istano Basa Pagaruyuang dilakukan pengaturan pintu masuk. Agar pengunjung tidak berkerumun  diatur  jarak antrean dan beri penanda di lantai atau poster mengingatkan. Pengaturan di tempat duduk berjarak 1 meter.

Pembatasan pintu masuk dan tangga dibagi menjadi 2 yaitu keluar dan masuk atau naik dan turun.

Jam operasional maksimal 10 jam mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB, serta memasang poster anjuran cuci tangan menjaga kebersihan dan social distancing.

Pengunjung diwajibkan memakai masker, mencuci tangan sebelum masuk dan keluar objek wisata, kemudian jam kunjungan di dalam rumah gadang dibatasi hanya 30 menit setiap pengunjung.

Bagi wisatawan asing wajib menyertakan surat keterangan hasil uji PCR yang menyatakan negatif COVID-19.

Terkait dampak semua itu, tambahnya, sejak ditutup sejak tiga bulan lalu Pemkab telah kehilangan pendapatannya dan perputaran uang ditengah tengah masyarakat mencapai lebih kurang Rp50 miliar dengan perputaran uang di Istano Basa yang mencapai Rp3-4 Miliar. (ydi)

TerPopuler