Identifikasi Keluarga Korban Kapal Terbalik, Ini Pesan Kapolda -->

Identifikasi Keluarga Korban Kapal Terbalik, Ini Pesan Kapolda

Rabu, 24 Juni 2020, 20:38
Kapolda Irjen Toni Harmanto tinjau posko DVI Biddokkes Polda. (foto honey)

Padang, Rakyatterkini - "Pamit pak, saya mencari teman-teman yang belum ditemukan," tutur Yono pamit kepada Kapolda Sumbar, Irjen Toni yang sedang meninjau posko ante mortem Disaster Victim Investigation Bidang Kedokteran dan Kesehatan (DVI Biddokkes) Polda Sumbar di Markas Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Sumbar Muaro Padang, Kamis (24/7).

Yono merupakan korban selamat dari rusaknya kapal pemancing di Kawasan Perairan Gosong Gadang Kota Padang, Minggu (21/6).

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Toni mengingatkan agar mereka tetap menjaga kesehatan dan keselamatan selama penyisiran. Bergabung dengan tim lainnya yang ikut mencari tiga orang masyarakat yang dinyatakan hilang ketika memancing di Kawasan Perairan Kota Padang.

"Jangan lupa selalu gunakan masker dan hand saniziter," ucap Toni didampingi Kabiddokkes, Kombes dr Sucipto, Direktur Direktorat Polisi Air dan Udara (Dirditpolairud), Kombes SM Hasibuan dan Kabid Humas, Kombes Satake Bayu kepada sejumlah wartawan.

Yono bersama satu rekannya lagi yang selamat berlalu. Kapolda pun meninjau dan berbicara langsung kepada keluarga korban kapal terbalik di Perairan Padang. Rona kesedihan pun terpancar dari keluarga terdekat dari tiga orang yang belum selamat itu.

Sementara para dokter tergabung dari tim DVI Biddokkes Polda Sumbar dengan sigap melakukan proses ante mortem keluarga korban yang sedari pagi sudah sampai di lokasi. Mereka berharap keluarga yang mereka cintai ditemukan dan selamat.

"Sampai hari ini kita bersama dengan Polairud, Basarnas dan TNI AL serta nelayan fokus mencari dan menemukan tiga pemancing yang dinyatakan hilang sejak Minggu. Sementara di posko, sedang dilakukan proses ante mortem dari keluarga korban.

Ante mortem adalah pengumpulan riwayat dan data jenazah korban kecelakaan atau bencana. Prosedur ini kami merupakan proses identifikasi untuk mengungkap identitas jenazah yang hilang dan kemungkinan bisa ditemukan dan dicocokkan.

Mulai dari darah, ciri-ciri pakaian celana dan jam tangan. Artinya informasi yang diperlukan untuk pembuktian apabila korban ditemukan," jelasnya.

Kapolda Toni mengimbau kepada masyarakat/nelayan yang ingin memancing ke laut agar melengkapi diri dengan peralatan keselamatan. Contohnya alat pelampung. Kemudian tunda ataupun hindari berlayar apabila situasi cuaca ekstrim.

Hal senada juga disampaikan Dirditpolairud Polda Sumbar, Kombes SM Hasibuan. "Kepada masyarakat ataupun nelayan yang ingin memancing ke tengah laut untuk berhati-hati. Situasi cuaca ekstrim tetap memakai alat keselamatan nyawa kita," tegasnya.

Dijelaskannya, peristiwa itu berlangsung Minggu, (21/6). Sekitar 17 orang masyarakat memancing di perairan Gosong Gadang Kota Padang. Karena mesin kapal mengalami macet, salah seorang dari mereka meminta kapal bantuan untuk menjemput.

Kapal penjemput berisikan tiga kru pun datang. Kemudian dipindahkan 10 orang pemancing ke kapal bantuan tersebut. Sisanya tujuh orang pemancing dengan tertatih berhasil sampai ke Pelabuhan Muaro Padang.

Sayangnya, kapal penjemput berisikan 13 orang belum sampai ke darat. Setelah dilakukan penyisiran ditemukan 10 orang berhasil diselamatkan. Tiga orang lagi belum ditemukan. Polairud bersama Basarnas, TNI AL dan Kelompok nelayan melakukan penyisiran pencarian tiga orang yang belum ditemukan tersebut.

Mereka yang selamat itu dibawa kerumah sakit terdekat. Saat ini dua kapal berangkat mencari tiga orang masyarakat belum ditemukan itu. Dan keluarga korban setiap hari di posko ini berharap orang yang mereka sayangi dapat ditemukan. (honey)

TerPopuler