HANI 2020, BNNP Sumbar Maksimalkan Pemberantasan Narkoba -->

HANI 2020, BNNP Sumbar Maksimalkan Pemberantasan Narkoba

Jumat, 26 Juni 2020, 15:41
Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol. Khasril Arifin menyerahkan piagam penghargaan pada beberapa instansi. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Sejarah hari ini, setiap tanggal 26 Juni diperingati sebagai Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI.

Ini bentuk keprihatinan dunia terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang berdampak buruk untuk kesehatan, perkembangan sosial ekonomi, keamanan, dan kedamaian dunia.

Pada 2020 ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengusung tema hidup 100 persen di era new normal, sadar, sehat, produktif dan bahagia tanpa narkoba dan diperingati Jumat, (26/6/2020).

Hari Anti Narkotika ini secara nasional diperingati secara virtual dan dihadiri Wakil Presiden Makruf Amin serta sejumlah menteri.

Menurut Wapres, berdasarkan data BNN, penyalahgunaan narkoba di Indonesia 2017 sebanyak 3,37 juta jiwa. Tahun 2019 naik menjadi 3,6 juta.

Penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar tahun 2018 mencapai 2,26 juta jiwa. Kelompok masyarakat yang rawan terpapar penyalahgunaan narkoba adalah mereka yang berada pada rentang usia 15-35 tahun atau generasi milenial.

"Ini memerlukan perhatian khusus. Saat ini kita dihadapkan pada musuh bersama, yang harus dihindari adalah Covid-19 dan narkotika. Keduanya merupakan ancaman serius, dampaknya multidimensi,” ujar Makruf Amin.

Sementara itu di Sumbar, HANI ini dihadiri Wakapolda, Brigjen Edi Mardiyanto, perwakilan Danrem, Danlantamal, Danlanud, Kejati, Pengadilan Tinggi, Wawako Padang, Wabup Padang Pariaman dan sejumlah undangan lainnya.

Kepala BNNP Sumbar, Brigjen Pol. Khasril Arifin menuturkan pihaknya berusaha memaksimalkan program nasional tentang pencegahan, pemberantasan dan penyalahgunaan terhadap narkoba.

Pada tahun lalu, BNNP Sumbar menyita barang bukti 400 kilogram ganja dan lima kilogram sabu. Dari sekian penyitaan barang bukti ini, didapat hasil tindak pidana pencucian uang sekitar Rp5 miliar.

Dikatakan, untuk tahun ini baru 10 kasus yang diungkap termasuk jaringan. "Belum ada yang besar-besar. Ini ada juga pengaruh Covid-19, Sumbar daerah perlintasan, jadi jaringan cooling down karena perbatasan ketat, "ujar Khasril.

Hal ini tidak hanya di Sumbar, namun juga di daerah lainnya. Bahkan pada masa kenormalan baru, para sindikat narkoba memanfaatkan pengiriman secara online.

Di era new normal ini banyak online, pengiriman narkoba juga online. Ada satu yang diungkap, jaringan memanfaatkan pengiriman paket JNE. "Kami ungkap dua, dan BNNK Payakumbuh satu, "kata jenderal bintang satu itu.

BNNP Sumbar mencatat dari Januari hingga Juni 2020, terdapat 10 kasus yang diungkap. Sementara jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 12 orang dengan keterlibatan narkotika jenis ganja dan sabu.

Khasril menceritakan, untuk peredaran narkoba yang masuk di Sumbar khusus sabu berasal dari Provinsi Riau. Sementara ganja mayoritas jaringan Aceh dan Sumatra Utara (Sumut). Wilayah Sumbar ini berada di jalur perbatasan.

Pada kesempatan itu, Khasril juga memberikan penghargaan pada beberapa instansi, baik pemerintah maupun swasta. (gp)

TerPopuler