Guru Ngaji dan Santri Diminta Terapkan Protokol Kesehatan -->

Guru Ngaji dan Santri Diminta Terapkan Protokol Kesehatan

Rabu, 24 Juni 2020, 12:36
Kabqg Kesra Sekdakab, Afrizon. (foto ist)

Batusangkar, Rakyatterkini - Guru ngaji dan pengurus rumah tahfizh diminta untuk melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 pada kegiatan proses belajar Al-Quran di TPA serta rumah tahfizhnya.

Pengurus kedua lembaga pendidikan itu juga diharuskan melengkapi sarana kesehatan, diantara tempat cuci tangan dengan sabun hingga handsanitizer.

Santri juga memakai masker dengan tempat duduk yang berjarak dengan sosial distance.

Protokol kesehatan ini harus diikuti anak TPA dan santri. Hal demikian tentu tak lepas dari perhatian guru serta pengurusnya, ucap Kabag Kesra Sekdakab H. Afrizon.

Ditemui Rabu, (24/6) kemarin di Pagaruyung, Afrizon mengatakan Covid-19 saat masih saja mengancam dan tidak aman, makanya protokol kesehatan harus diikuti sehingga anak-anak bisa selamat dari bahayanya.

Sejak beberapa hari lalu proses mengaji anak di TPA dan rumah tahfiz di Tanah Datar telah dilaksanakan.

Ratusan TPA yang berada di masjid, surau dan mushalah saat ini telah diramaikan anak., demikian rumah tahfizh yang banyak berdiri.

Dijelaskan Afrizon, berdasarkan pertemuan Ketua Badan Kerja Sama (BKS) TPA dan diskusi dengan  Forum Komunikasi Rumah Tahfizh (FKRT) kecamatan dengan Pemkab Tanah Datar selaku pembina tekhnis pekan lalu.

"Pada kondisi new normal ini dibolehkan memulai kegiatan belajar di TPA dan rumah tahfizh dengan ketentuan berdasarkan  rapat dan persetujuan wali santri dan pengurus TPA dan rumah tahfizh. Hingga nanti aturan ini dicabut," jelasnya.

Kemudian, jumlah santri maksimal satu lokal 20 orang, santri datang sistem dua hari, satu kali  atau tidak tiap hari.

Lalu pengurus TPA dan rumah tahfizh wajib menyiapkan cuci tangan dan sabun di depan ruang tempat belajar, Semua santri dan guru memakai masker selama kegiatan dan sejak dari rumah

Sedangkan, aktivitas maksimal dua jam sehari, dan santri usia 9 tahun ke bawah tetap belajar dirumah.

Bagi yang kurang sehat atau baru pulang dari luar daerah kurang dari 14 hari belum boleh diikutkan belajar. (ydi)

TerPopuler