FGD Hari Jadi Kabupaten Agam, Kaji Ulang Sejarah Masa Lalu -->

FGD Hari Jadi Kabupaten Agam, Kaji Ulang Sejarah Masa Lalu

Jumat, 26 Juni 2020, 06:42
Pemkab Agam gelar FGD. (foto ist)

Agam, Rakyatterkini.com - Pemda Agam bersama Tim Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas Padang, menggelar Focus Group Discussion (FGD), dalam rangka pembahasan hari jadi Kabupaten Agam, di aula utama kantor Bupati Agam, Kamis (25/6).

Kegiatan itu dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto, OPD terkait dan tokoh tokoh  masyarakat,  serta para niniak mamak diwilayah tersebut.

Dan pelaksanaan acara tetap melaksanakan protokol covid demi menjaga keselamatan bersama dan demi memutuskan mata rantai penyebaran covid  ditengah masyarakat.

Pada kesempatan itu Sekda Agam mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah meluangkan waktunya untuk hadir dalam kegiatan FGD tersebut. Terkhusus kepada tim Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas yang diketuai Dr. Zulqaiyyim.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menggali identitas dan karakter wilayah Kabupaten Agam, serta mencari informasi dan mengkaji peristiwa sejarah agar dapat dijadikan sebagai hari jadi Agam,” jelasnya.

Sekda Agam  mengatakan, Hari Jadi Agam memiliki arti penting bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Agam. Untuk memantapkan jati diri, membangun kebanggaan, menjadi motivasi dan refleksi terwujudnya idealisme serta perjuangan tanpa henti, untuk mencapai masyarakat Agam yang sejahtera, mandiri dan madani.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat penting yang berguna bagi kita semua, untuk mengkaji dan menggali informasi yang mengacu kepada peristiwa sejarah berdasarkan sumber dan bukti yang kredibel, sehingga penetapan hari jadi Kabupaten Agam dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, harapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas, Dr. Zulqaiyyim mengatakan, tahapan yang harus dikaji ulang terkait dengan penetapan hari jadi Agam.
“Salah satunya adalah mengkaji ulang sejarah yang ada di Kabupaten Agam.

Menurutnya, ada beberapa sejarah yang menjadi patokan dalam penetapan hari jadi Agam,  peristiwa yang terjadi di masa lalu, sejarah sebagai kisah, yang diambil dari tambo, hikayat, legenda dan tradisi serta lainya.

Yang terpenting adalah darimana sumber sejarah tersebut, bisa berdasarkan arsip atau dokumen, naskah, manuskrip, artefac atau benda-benda peninggalan sejarah, tradisi, serta sejarah lisan, jelasnya. (Vn)

TerPopuler