Dua Perantau Positif Covid-19, ini Kata Pimpinan BIM

Dua Perantau Positif Covid-19, ini Kata Pimpinan BIM

Senin, 08 Juni 2020, 06:47
Eksekutif  General Manager PT Angkasa Pura II BIM, Yos Suwagiyono. (foto ist)

Padang Pariaman, Rakyatterkini - Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat menegaskan pihaknya telah menjalankan prosedur ketat terhadap penumpang pesawat yang masuk ke bandara.

Hal tersebut disampaikan Executive General Manager PT Angkasa Pura (Persero) II BIM, Yos Suwagiyono menjawab tudingan pihaknya dianggap lalai terkait positifnya dua perantau yang lolos pemeriksaan Covid-19.

"Kami sudah melakukan pengetatan pemeriksaan di dalam operasional penerbangan sebagai alat transportasi. Menjadi salah satu kewajiban kami untuk menjalani protokol kesehatan," kata Yos Suwagiyono, Minggu (7/6).

Perantau yang diketahui positif Covid-19 asal Kabupaten Padang Pariaman dan Limapuluh Kota, Sumbar tersebut justru diketahui setelah menjalani tes swab di BIM, dimana sebelumnya dua perantau ini hanya menjalani rapid test di bandara keberangkatan dan hasilnya negatif.
Keduanya datang dari Cengkareng pada 3 Juni 2020, begitu sampai di BIM, dilakukan pengambilan swab.

Menurutnya, penumpang tersebut sudah memenuhi syarat, apa yang menjadi ketentuan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan nomor 32 dan Surat Edaran nomor 05, mereka secara ini lengkap.

"Saya pikir Orang Tanpa Gejala (OTG) ini kita tidak tahu, dia saat dites hasilnya negatif. Saya yakin yang positif ini sudah dari Kalimantan. Rapid test kan hanya berlaku tiga hari, sementara masa inkubasi virus ini tujuh hari," katanya.

Ia mengatakan, pencegahan yang dilakukan pihaknya agar tracking setiap penumpang yang datang lebih cepat. Ia mengklaim, BIM merupakan satu-satunya bandara yang langsung melakukan tes swab kepada penumpang yang datang.

"Bandara lain seperti I Gusti Ngurah Rai, Bali hanya merekomendasikan pemeriksaan tes swab, PCR dan rapid test kepada calon penumpang, tapi tidak menyediakan langsung peralatannya," katanya.

Ia pun memuji langkah yang dilakukan oleh Pemprov Sumbar untuk melakukan tes swab bagi penumpang yang datang dari luar.

"Menurut saya ini suatu kelebihan, bukan kekurangan. Pemeriksaan tes swab di Bandara gratis dilakukan sejak tanggal 25 Mei 2020," katanya.

Sebelumnya, seorang perantau asal Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat AS, 25 tahun, terkonfirmasi positif Covid-19 setelah pulang dari Jakarta melalui pesawat terbang.

"Yang bersangkutan pulang sekitar tiga hari yang lalu bersama tunangannya melalui pesawat terbang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Yutiardi Rivai di Parit Malintang, Sabtu 6 Juni 2020 seperti dikutip dari Antara.

Namun, lanjutnya dirinya tidak bisa memastikan maskapai apa yang digunakan oleh yang bersangkutan untuk pulang kampung.

Ia mengatakan kemungkinan saat akan naik pesawat di Jakarta AS mengaku negatif Covid-19 karena sudah menjalani tes cepat namun yang bersangkutan tidak menunjukkan hasil pemeriksaan tersebut.

Ia menyampaikan sesampainya di Bandara Internasional Minangkabau petugas menguji swab AS namun yang bersangkutan harus menunggu hasilnya dan tidak menjalani karantina sehingga bisa pulang ke rumah orang tuanya.

"Sayangnya pihak petugas di bandara tidak mengabarkan kepada kami," katanya.

Ia mengatakan hasil swab AS tersebut keluar tadi dan Satgas Covid-19 setempat langsung mengisolasinya ke Padang Besi.

Namun pihaknya menyayangkan tidak adanya koordinasi dari pihak terkait kepada Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman seperti biasanya.

"Biasanya koordinasi dengan kami agar kami bisa memantau orangnya, biasanya begitu. Ada alurnya, namun ini sudah keluar hasilnya kami baru tahu," ujarnya.

Ia menyampaikan karena hal tersebut pihaknya akan melacak perjalanan dan riwayat kontak AS selama di kampung halaman.

"Setidaknya ada beberapa lokasi yang harus kami lacak riwayat kontak AS berdasarkan perjalannya selama di Sungai Geringging guna memutus penyebaran virus tersebut," kata dia.

Menurutnya peristiwa tersebut merupakan kecolongan di bidang penerbangan dalam penanganan Covid-19. Ia pun telah menyampaikan protes kepada pihak provinsi terkait tidak adanya koordinasi sebelumnya. (mdl)

TerPopuler