Dalam Waktu Dekat, DKP Sumbar Gelar Restoking di Beberapa Aliran Sungai

Dalam Waktu Dekat, DKP Sumbar Gelar Restoking di Beberapa Aliran Sungai

Selasa, 16 Juni 2020, 09:14
Wakil Gubernur Nasrul Abit menebarkan bibit ikan di Pilakuik, Kuranji Padang.

Padang, Rakyatterkini - Setelah tertunda akibat penyebaran virus Covid-19 dan pelaksanaan pembatasan berskala besar (PSBB), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar dalam waktu dekat akan melakukan restoking (penebaran bibit ikan) di beberapa aliran sungai.

Dalam pelaksanaan nantinya tetap mempedomani protokol kesehatan. "Iya, dalam bulan ini kita akan melakukan restoking, "ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Ir. Yosmeri, Senin (15/6/2020).

Sebelumnya, DKP Sumbar menghentikan semua kegiatan di lapangan untuk sementara waktu, termasuk penebaran kembali (restoking) bibit ikan garing, yang telah direncakan sebelumnya.

Penyebaran bibit ikan garing di beberapa aliran sungai di beberapa daerah itu sudah direncanakan, namun karena penyebaran virus Corona dihentikan dulu.

Diakui, berbagai upaya sudah dilakukan Pemerintah Provinsi Sumbar, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) untuk dapat melindungi ekosistem sungai itu agar tidak punah. Salah satunya dengan cara penebaran kembali bibit ikan garing (restoking).

Upaya pelestarian itu dilakukan dengan tujuan untuk menambah atau meningkatkan jumlah ikan di beberapa aliran sungai di Sumatera Barat.

Diakui, ikan garing langka di beberapa sungai itu karena adanya kegiatan ilegal mining, seperti di Sijunjung, Dharmasraya, Solok Selatan dan beberapa sungai lainnya.

Untuk mengatasi kelangkaan itu, dilakukan penyebaran bibit ikan kembali dan menurut rencana akan dilakukan setelah semua prosesnya selesai.

Diceritakan, bibit ikan garing yang akan ditebarkan itu berjumlah 143 ribu ekor dan akan dikembangkan di lima kabupaten, yakni Padang Pariaman di Batang Nareh, Agam di Batang Tiku, Sijunjung di Batang Kulampi dan Batang Langki, Dharmasraya di salah satu sungai yang induknya Sungai Batang Hari.

Sementara untuk Tanah Datar sedang dalam proses identifikasi, sehingga belum diketahui di sungai apa bibit ikan garing ditebarkan. (hms-sumbar)

TerPopuler