Bakor KAN dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau Laporkan Ade Armando ke Polda Sumbar

Bakor KAN dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau Laporkan Ade Armando ke Polda Sumbar

Selasa, 09 Juni 2020, 15:55
Ketua Bakor KAN dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau memberikan keterangan. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari Sumatera Barat dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau, meminta Polda Sumbar untuk memanggil dan memproses secara hukum Ade Armando.

Dia diduga menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan kebencian (SARA) di media sosial facebook.

Berkaitan dengan itu dua lembaga adat melaporkan Ade Armando ke Polda Sumbar, Selasa (9/6/2020). 

Laporan tersebut, tentang dugaan tindak pidana tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Masyarakat yang mendatangi Mapolda itu tergabung dalam dua organisasi yakni, Badan Koordinasi Kerapatan Adat Nagari Sumatera Barat dan Mahkamah Adat Alam Minangkabau.

Kuasa Hukum Dua Organisasi tersebut, Wendra Yunaldi mengatakan, terkait dengan akun yang terduga dalam Facebook Ade Armando, ada unsur penghinaan atau pencemaran nama baik terhadap masyarakat Minangkabau.

"Paling tidak hari ini kegaduhan ada di media sosial, kita tidak ingin kegaduhan ini sampai pada hal yang lain," katanya di Mapolda Sumbar, Selasa (9/6/2020).

Wendra menambahkan, pihaknya melihat berseliweran berita dan menuduh Minangkabau dan lain sebagainya, tanpa mengetahui Minangkabau itu sendiri.

Dalam laporan tersebut, Ade Armando diduga telah melanggar Pasal 28 ayat 2 Undang-undang nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 14 ayat 2 dan pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Wendra menyebutkan, dalam laporan ini didampingi 16 kuasa hukum yang sempat hadir. "Kawan-kawan sebenarnya lebih seratus, cuma yang sempat hadir dan tanda tangan ada sekitar 16 orang," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Bakor KAN Sumbar, Yusirwan Rasyid Dt. Rajo Tongga berharap pada kepolisian untuk mengusut hingga tuntas laporannyo tersebut, sebab telah menyinggung masyarakat Minangkabau. (gp)

TerPopuler