Bahas Teluk Tapang, Bupati Yulianto Vidkon dengan Menko Maritim dan Wakil Gubernur Sumbar

Bahas Teluk Tapang, Bupati Yulianto Vidkon dengan Menko Maritim dan Wakil Gubernur Sumbar

Sabtu, 13 Juni 2020, 08:23
Bupati Pasbar, Yulianto vidkon dengan Kemenko Kemaritiman dan Investasi dan Wagub Sumbar. (foto robbisam)

Pasaman Barat, Rakyatterkini - Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto, Jumat (12/6)  melakukan video konferensi bersama pihak Kementrian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Nasrul Abit.

Video konferensi tersebut membahas prioritas pembangunan akses jalan dan pelabuhan Teluk Tapang di Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas yang masuk dalam tahap petencanaan Tahun 2019-2020.

Dalam paparannya, Nasrul Abit menyampaikan untuk menindaklanjuti kehadiran Luhut nantinya, Ia bersama jajaran OPD Pemprov Sumbar akan menyiapkan berbagai rincian rencana pembangunan bidang kemaritiman kepada Menteri Luhut nantinya.

“Kita telah melaksanakan rapat singkronisasi menindaklanjuti Keputusan Presiden RI, bahwa Sumbar mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) yang anggarannya cukup besar,” katanya.

Disampaikan, rapat koordinasi video konferensi tersebut merupakan upaya singkronisasi mempersiapkan kebutuhan anggaran untuk pembangunan Teluk Tapang Pasbat dan kelanjutan pembangunan jalan nasional trans Mentawai dan bandara untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai.

“Kita dapat dana dari pusat untuk pembangunan Teluk Tapang dan Mentawai. Sekarang dirinci beberapa kebutuhan jalan dan berapa kebutuhan untuk pelabuhan yang di Pasaman Barat,” jelasnya.

Ia menambahkan, di Teluk Tapang 32,5 kilometer lagi jalan  yang belum terbuka. Ini kalau bisa disentuh dulu semua sampai 2020 hingga 2022. Ia berharap Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar untuk membuat perencanaannya, sebab kekuatan jalan yang dibutuhkan dengan kekuatan beban 30 ton.

“Selain itu juga ada lahan sawit yang dilintasi dan lain-lain, serta ada jalan dengan ketinggian 30 meter ke pelabuhan Teluk Tapang dengan elevasi tinggi. Ini juga kita serahkan ke Kabupaten Pasaman Barat untuk biayanya. Semoga jelang 2022 jalan ke pelabuhan sudah bisa dilalui,” terangnya.

Ia menyebutkan akan melakukan rapat lanjutan untuk pembagian pekerjaan per-segmen. Sebab ada beberapa hal yang perlu diprioritaskan mengenai pekerjaan yang harus tuntas dalam lima tahun ke depan.

“Kita akan terus melakukan koordinasi kabupaten/kota dalam rangka pengusulan pembangunan proyek strategis di Sumbar, termasuk dengan seluruh dinas terkait dalam upaya percepatan pembangunan Sumbar,” pungkasnya. (Robi)

TerPopuler