Potensi Mata Air Alami di Objek Wisata Bukit Goisooinan

Potensi Mata Air Alami di Objek Wisata Bukit Goisooinan

Jumat, 22 Mei 2020, 11:27
Mata air di Bukit Goisooinan. (foto ist)

Mentawai, Rakyatterkini -  Bukit Pedesaan Goisooinan menjadi objek wisata di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Selain itu, terdapat potensi sumber mata air alami yang disebut-sebut tak pernah habis meski saat kemarau.

"Jadi datang ke bukit sana nggak perlu bawa air, ada air di atas. Airnya bersih, bisa diminum. Kadang di  bawah nggak ada airnya tapi di atas sana malah banyak air," ujar salah satu warga Desa Gosooinan, Wan.

Sumber mata air tersebut berada di atas bukit berupa hutan rimba. Sumber air yang mengalir tersebut juga sering dimanfaatkan oleh penduduk setempat untuk keperluan air minum, MCK dan irigasi.

Melihat potensi ini, seorang mantan kepala Dusun Kaliou, Maijen pun berharap ada pengelolaan air bersih tersebut melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), sehingga bisa meningkatkan perekonomian untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

"Bukit Dusun Kaliou ini juga punya sumber air yang menurut kita berpotensi untuk pengembangan BUMDes. Harapan kita, nanti mungkin ada air dalam kemasan. Jadi tak perlu lagi beli air mineral lain dari luar. Kenapa tidak semua air kemasan, pemerintah daerah beli dari BUMDes tersebut," ujar Maijen

Kehendak tersebut pun akhirnya tercapai yang dimulai di pertengahan tahun 2019 ini. Masyarakat di sekitar kaki bukit Dusun kaliou, dengan melalui lembaga BUMDes, memanfaatkan sumber air bersih tersebut menjadi sesuatu yang bermanfaat dan berdampak bagi perekonomian.

Menurut Wan, saat ini sudah mulai berjalan BUMDes dengan bidang usaha pengadaan material berupa batu, pasir, dan kerikil, untuk air mineral belum begitu terpikirkan kearah sana. Seharusnya pihak BUMDes sudah memikirkan, karena sumber air melimpah.

Anggaran tahun ini senilai Rp100 juta yang bersumber dari dana desa. Anggaran tersebut selain dipergunakan untuk operasional, juga bisa dimanfaatkan untuk pengolahan air minum, ungkap Wan.

Desa Gosooinan awalnya adalah desa yang sangat tertinggal dari tahun 2001, sampai tahun 2014 pun bisa dikatakan masih tertinggal. Pada 2015 itu mulai berkembang, sampai sekarang. (jaibi)

TerPopuler