Pemkab Agam Tunggu Hasil Swab 365 Orang, Ini Clusternya

Pemkab Agam Tunggu Hasil Swab 365 Orang, Ini Clusternya

Senin, 18 Mei 2020, 10:15
Bupati Agam Indra Catri bersama tim medis. (foto ist)

Agam, Rakyatterkini.com - Sebanyak 365 orang yang terkontak langsung dengan tiga cluster utama positf covid-19 Agam telah berhasil dituntaskan.

Didapatkan melalui traccing yang dilakukan pada 6 Kecamatan di Agam, yaitu  Baso, Kamang Magek, Tilatang Kamang, IV Angkek, Canduang, Lubuk Basung.

Seluruhnya sudah diswab dan diperiksa di laboratorium Unand. Sejalan dengan itu, terhadap mereka diberlakukan isolasi, baik secara mandiri maupun di tempatkan di BPSDM Baso menjelang hasil swab diketahui.

Berdasarkan data yang diperoleh rakyatterkini.com, ketiga cluster utama tersebut terdiri dari: (1) Cluster “J”  sebanyak 13 orang: 1 orang dinyatakan positif dan 12 orang dinyatakan negatif. (2) Cluster “AG” sebanyak 168 orang: 8 orang dinyatakan positif dan 156 dinyatakan negatif.

(3) Cluster “WN” sebanyak 184 orang: 2 orang dinyatakan  positif  dan 182  dinyatakan negative.

Selain tiga cluster, juga terdapat 2 orang OTG positif lainnya yaitu “RI” Pelaku Perjalanan dari Jakarta dan “RD” karyawan RSAM Bukittinggi.

Sampai saat ini, total OTG/ODP positif di Kabupaten Agam  tercatat sebanyak 17 Orang. Dua orang sudah sembuh atau dinyatakan negatif dan sudah dibolehkan pulang ke rumahnya.

Selebihnya 2 orang di isolasi di RSAM Bukittinggi dan 13 orang diisolasi di BPSDM Padang Besi, Padang.

Dalam rapat evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Agam yang dipimpin Bupati Agam Dr Indra Catri, selaku Ketua Gugus Pelaksana Minggu malam (17/5) terungkap sebuah fakta penting, tentang kesiap siagaan seluruh unsur pendukung pelaksanaan tugas penanganan covid-19 di Agam.

Walaupun kita merasa sudah siap  namun begitu dihadapkan dengan kejadian yang sesungguhnya  tetap saja ada yang dirasakan kurang.

Bupati Indra Catri.

Dari pengalaman tersebut, Indra Catri menekankan kepada seluruh anggota Gugus Tugas agar  selalu berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan memastikan sarana pendukung kerja di lapangan tersedia dengan cukup. 

“Untuk itu, saya akan terus mencek serta melakukan uji coba kesiapan petugas  di lapangan “  katanya. Perhatian lebih nampaknya perlu diberikan kepada petugas Kesehatan agar bisa bekerja sesuai Protap dan tidak terpapar pada saat menangani pasien yang terpapar.     

Kita sangat risau melihat fakta banyaknya Petugas Kesehatan Puskesmas yang terpapar positif dalam  melaksanakan tugasnya, sebut Indra Catri

Menyikapi hal tersebut, ketua Harian GTP2 Covid Agam, Martias Wanto Dt. Maruhun mengimbau seluruh pihak terkait dalam penanganan covid-19 agar semakin meningkatkan pemantauan dan pengawasan  terhadap pendatang dan perantau yang pulang kampung.

Kepada seluruh masyarakat diharapkan tetap disiplin dengan mematuhi protokol covid-19 yang sudah dibuat oleh pemerintah.

Sejalan dengan himbauan tersebut, “AG”, dan  “JN”  juga menyampaikan  himbauan kepada  seluruh masyarakat agar lebih mengindahkan himbauan pemerintah dan para ulama.

Pada dasarnya beliau terpapar covid-19 karena kurang disiplin dalam mengendalikan diri agar tidak keluar rumah dan mengunjungi keramaian.

Ke depan marilah kita saling menjaga, saling membantu, saling melindungi diri secara bersama-sama agar keluarga, sanak saudara, dan orang disekeliling kita tidak terpapar corona lagi seperti yang pernah kami alami. Sungguh kami sangat mengharapkan agar tidak ada lagi warga Agam yang terdampak seperti kami ini.

Bupati bersama Kapolres

Walaupun selama dirawat kami mendapatkan pelayanan yang sangat baik namun perasaan tetap tidak enak apalagi jauh dari sanak  saudara dan ketika misalnya takdir berkata lain dan Allah SWT memanggil kami, maka selama dirawat menjadi pertemuan kami terakhir dengan sanak keluarga adalah disaat mereka melepas kami di rumah sewaktu mau ke  RSAM”.

Pada bagian lain beliau-beliau itu secara terpisah juga mengucapkan terim kasih yang sebesar besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Agam  kepada  Bupati Agam Indra Catri Dt.Malako Nan Putiah atas kecepatan beliau menangani kami dan anak-anak kami berdua, kepada masyarakat yang mungkin terpapar karena kami, juga kepada seluruh Petugas RSAM yang telah merawat kami selama 13 hari.  Kami mohon dimaafkan  terutama dari  masyarakat  yang mungkin terpapar karena kami.

Di sisi lain, Bupati Agam menyampaikan rasa syukur atas kesembuhan  "JN dan AG” sekaligus mengucapkan selamat dan berharap agar pengalaman yang didapat disampaikan kepada seluruh anak kemenakan, sanak keluarga, dan handai tolan lainnya.

Apalagi hari raya semakin dekat, dikawatirkan kemungkinan terjadinya transmisi lokal akan semakin tinggi. Marilah kita rayakan Lebaran Tahun ini sambil berdo’a kepada Allah SWT, agar bencana Covid-19 ini cepat berakhir. Mari kita saling menahan diri: “Nan Sakali kini ba harirayo tanpa jalang manjalang, cukup di rumah sajo, jan lupo pakai masker”  himbau Indra Catri mengakiri. (vn)

TerPopuler