Memutus Mata Rantai Covid-19, Tim Gabungan Polres Agam Amankan 30 Warga di Kedai

Memutus Mata Rantai Covid-19, Tim Gabungan Polres Agam Amankan 30 Warga di Kedai

Jumat, 08 Mei 2020, 05:55
Warga yang diamankan petugas diperiksa suhunya di Markas Polres Agam. (foto vani)

Lubuk Basung, Rakyatterkini.com - Sikap warga yang tak acuh dan kurang peduli, padahal sudah berulangkali diingatkan dan dihimbau untuk social distancing dan protokol medis saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di kabupaten Agam, membuat Tim GTP2 "jengah".

Upaya edukasi dan sosialisasi yang optimal dilakukan berbagai pihak, termasuk jajaran Polres Agam masih banyak yang diabaikan, sehingga Kamis (7/5) malam, tim gabungan di bawah komando Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan, langsung menginstruksikan untuk mengamankan warga yang masih berkumpul-kumpul di lapau dan tidak memakai masker.

Berdasarkan informasi yang diperoleh rakyatterkini.com, sekitar 30 warga diamankan di Polres Agam dengan truk Dalmas Polres Agam, untuk dilakukan  pembinaan, didata sekaligus dicek kondisi kesehatannya di halaman Mapolres Agam.

Operasi penertiban ini, sudah diperingatkan sebelumnya oleh jajaran kepolisian dan aparat terkait di kabupaten Agam, agar masyarakat berdiam diri di rumah, tidak duduk-duduk di kedai, serta menerapkan protokol penanganan covid-19 seperti yang sering disampaikan di berbagai tempat.

Di sisi lain menurut Yosefriawan, Asisten II Sekab Agam yang mendampingi Kapolres Agam dalam tim monitoring Ramadhan dan pemantauan kegiatan masyarakat di wilayah Lubuk Basung Kamis malam ini, menyebutkan, tim gabungan dibawah komando Kapolres Agam langsung bertindak tegas, melihat masih banyak warga yang terkesan cuex dan mengabaikan instruksi pemerintah terkait dengan penerapan PSBB tahap II saat ini.

Kapolres Agam dengan tegas langsung menginstruksikan personilnya untuk mengamankan dan membawa warga yang masih ramai di kedai-kedai di wilayah Kampung Tangah, Sikabu dan beberapa titik lain, menggunakan truk Dalmas Polres Agam, ke markas Polres Agam untuk pembinaan khusus.

"Langkah ini, sebagai bentuk langkah preventif dalam memutus rantai penyebaran covid-19, apalagi saat ini potensi penyebaran virus corona yang sudah semakin menguatirkan, “ kata Yosefriawan.

Lebih lanjut Yosefriawan mengatakan sesuai instruksi pimpinan daerah, dalam menjabarkan penerapan PSBB II di Sumbar saat, akan memberlakukan tindakan tegas, termasuk sangsi sesuai aturan hukum yang berlaku, jika masyarakat masih “tak acuh” dan mengabaikan protokol kesehatan dalam penanganan covid-19.

“Kondisi saat ini sudah semakin mengkuatirkan, kami himbau masyarakat untuk mentaati berbagai instruksi yang sudah disampaikan, demi keselamatan bersama, “ harap Yosefriawan. (vn)

TerPopuler