Jatuh Bangun, Rombongan Touring Takulai di Bukik Bunian -->

Jatuh Bangun, Rombongan Touring Takulai di Bukik Bunian

Minggu, 31 Mei 2020, 16:59
Melewati tanah terbam motor metik didorong. (foto yusnaldi)

BUKIT BUNIAN dikenal dalam mitos yang seram dan angker di masa lalu. Namun, tidak oleh rombongan touring. Dengan motor metik mereka menjelajahi kawasan perbukitan itu.

Motor metik Suzuki hayati 125 nyaris terlempar ke dalam jurang sedalam 40 meter, motor rebah dan mesinnya masih menyala.

Saya berusaha agar tak rebah sebelah kiri, karena di sana tanah terbam yang siap menjerumuskan badan dan bangkai Jepang itu.

Di belakang, dua motor lainnya seakan tak sanggup meraung. Dua pemilik motor yang telah sampai menyeberang harus jatuh-bangun untuk menghadap badannya ke gundukan arah kiri agar bisa menghindar dari tanah retak yang mulai berserakan ke dasar jurang.

Begitu juga motor Pak Yon dan metik Yamaha Mio Pak Syukri harus dievakuasi dari titik tertinggi di bukit badan jalan terbam.

Di sisi gundukan batu yang ditebas Pak Irsyad telah menyulut U-Milk, di sebelahnya Pak Syam sempat merekam terlihat membuka video rekaman insiden berakhir naas.

Pak Daswir duluan selamat terlihat menyaksikan jurang dalam itu, Pak Yon dan Pak Syukri mengeleng-ngeleng sembari melepas penat.

Kami, pada Sabtu (29/5) sekira pukul 13.20 tak membayangkan beratnya medan yang ditelusuri, dan tak mungkin bisa diterobos oleh motor metik dan mesin manual, kecuali trabbas.

Sejak dari ujung persawahan masyarakat di Jorong Koto Baru Nagari Basa Basa langsung disambut mulut bukit dengan badannya yang rimbun.

Enam motor memasukinya dengan badan dari coran hingga 500 meter disambut dengan jalan tanah yang baru dibuka, sebagian berpasir dan berbatu.

Semakin ke atas beratnya medan tak mampu dilewati kareta mesin ini. Pendakian yang tinggi berkerikil dengan bongkahan tanah berlobang membuat motor surut ke belakang.

Kami harus menguras keringat dan tenaga saat terik itu, karena beberapa kali harus berdiri dan menahan agar motor tak terpelanting ke bawah. Ini nyaris dialami dua-tiga kawan.

Perjalanan kadangkala lebih asyik untuk diceritakan, tapi susah-payah dilalui. Ini adalah tauring paling berat dan menantang dari belasan yang dilakukan, kata Pak Yon sebagai tetua rombongan.

Kawasan ini adalah Bukit Bunian dikenal dalam mitos yang seram dan angker di masa lalu.

Dulunya, bukit Bunian dan jalur perbukitan sekitarnya merupakan jalan tembus Jorong Koto Baru menyusur nagari sebelah, seperti ke Nagari Bungo Tanjung- Nagari Barulak dan Nagari Pitalah ditempuh masyarakat sebagai sarana transaportasi. Disana juga ditempuh pedagang Katupek Pitalah hendak ke balai Simabur.

Namun, tidak bagi kami karena sekian kali perjalanan tauring yang dilakukan bersama kelompok takulai mesra dari guru MTsN 6 Tanah Datar. Inilah jalur maha berat, tapi membekaskan kepuasan, karena Alhamdulillah mampu menundukannya dengan sekuat tenaga. (yusnaldi)

TerPopuler