Harga Gabah Kering Anjlok, Petani Pessel Bingung -->

Harga Gabah Kering Anjlok, Petani Pessel Bingung

Jumat, 29 Mei 2020, 19:55
Panen padi di Kecamatan Sutera, Pesisir Selatan. (foto ist)

Painan, Rakyatterkini - Sejumlah petani di Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengeluhkan rendahnya harga gabah kering yang berkisar antara Rp320 ribu hingga Rp330 ribu per karungnya.

Padahal harga sebelumnya Rp450 ribu bahkan sampai Rp500 ribu per karung. Jika diperkirakan per kilonya Rp4.571 dan biasanya perkilo Rp7.352 pada panen sebelumnya.

Informasi yang dihimpun Rakyatterkini.com di Nagari Koto Taratak, anjloknya harga gabah di beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Sutera, Lenggayang, Batang Kapas Kapas dan kecamatan lainnya di Pesisir Selatan.

Seorang petani di Nagari Koto Taratak, Een (34) mengatakan, dirinya kesulitan menjual gabah. Padahal, harga gabah kering dari petani sudah sangat murah.

"Iya, harga gabah anjlok dikisaran Rp320 per Karung. Itupun petani kesulitan menjual, bisa menjual, asal tidak cash bisa menunggu paling singkat satu minggu baru bayar."

Alasannya tengkulak tidak memiliki uang. Tengkulak akan membayar setelah padi itu terjual dalam bentuk beras, kata Een (34) kepada wartawan Rakyatterkini.com, Kamis (28/5/2020).

Menurut Een anjloknya harga gabah pasca panen raya pada bulan lalu. Ini membuat para petani di nagari mengalami kerugian yang cukup besar.

Jelas rugi, sebab harga gabah di bawah Rp450 saja perkarungnya sudah rugi, karena tidak seimbang dengan ongkos produksi yang tiap tahun mengalami kenaikan, katanya.

Dia juga meminta agar pemerintah daerah turun tangan mencarikan solusi bagi para petani.

"Jangan pas lagi panen raya bagus saja petani dibangga-banggain pejabat daerah pada selfie, giliran kena wereng atau sekarang harga gabah anjlok pemerintah berpangku tangan," cetusnya. (baron)

TerPopuler