Bupati Agam Ajak Masyarakat untuk Melaksanakan Salat Idul Fitri di Rumah

Bupati Agam Ajak Masyarakat untuk Melaksanakan Salat Idul Fitri di Rumah

Jumat, 22 Mei 2020, 17:41
Bupati Agam Indra Catri. (foto ist)

Lubuk Basung, Rakyatterkini.com - Bupati Agam mengajak masyarakat untuk tidak melaksanakan Salat Idul Fitri berjamaah di masjid dan lapangan dan mengalihkannya ke rumah masing-masing.

Itu tertuang dalam Surat Edaran Nomor:400/246/KESRA/V/2020 pada 20 Mei 2020 tentang Pelaksanaan Salat Idul Fitri Berjamaah.

Sehubungan dengan Surat Edaran tersebut, Khasman Zaini, Kabag Protokol-KP Setda Agam sekaligus Jubir GTP2 Covid-19 Kabupaten Agam saat ditemui wartawan, Jumat (22/5), menyebutkan pelaksanaan Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang berkemungkinan jatuh pada 24 Mei 2020, masih masuk dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III. Sehingga masyarakat diimbau untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 Hijriah di rumah masing-masing.

Namun bagi masyarakat yang masih berkeinginan untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 secara berjamaah, terutama bagi wilayah yang sudah terkendali penyebaran Covid-19. Agar mempedomani fatwa MUI Nomor 28 tahun 2020 tentang panduan Kaifiat dan Salat Idul Fitri saat pandemi Covid-19, maklumat dan taushiyyah MUI Sumbar.

"Untuk menciptakan rasa aman, pemerintah kecamatan, Forkopimca bersama Polri, TNI dan Satpol PP melakukan pengamanan dengan menjaga serta menfasilitasi ketertiban secara maksimal mungkin. Mengawasi secara ketat dan masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan sesuai pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19,” jelas Khasman.

Dijelaskan lebih lanjut, terdapat beberapa indikator dan ketentuannya yang harus dipenuhi bagi masyarakat yang tetap melaksanakan Salat Idul Fitri berjamaah.

Pertama adanya penetapan dari pejabat berwenang bahwa di daerah tersebut tidak sedang mewabahnya Covid-19. Kedua, daerah tersebut telah ditutup akses pintu masuk dan keluar. Sehingga tidak memungkinkan bercampur orang yang dimungkinkan sakit dengan orang yang sehat.

Ketiga, tidak ada kasus positif Covid-19 di wilayah masjid tersebut. Keempat, jamaah adalah warga yang dikenal pengurus dan dalam keadaan sehat dengan tetap menggunakan masker. Serta mengukur suhu tubuhnya.

Kelima, jamaah membawa sajadah dan mengatur jarak. Ke enam, pengurus masjid menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun, tisu dan air. Ketujuh, khutbah Istiqshad atau disederhanakan.

Selanjutnya, pada saat keluar masjid tetap menjaga jarak dan tidak boleh berkerumunan. Dan terakhir dibentuk tim khusus yang dapat mengawasi pelaksanaan ketentuan-ketentuan sebagai disebut di atas.

“Ketentuan ini kita buat, bertujuan untuk keselamatan kita semua. Menjaga agar pelaksanaan Salat Idul Fitri di daerah dianggap aman itu, tidak terjadi yang tidak kita harapkan. Kami dari Pemerintahan Kabupaten Agam, mengucapkan Minal Aidil Walfaizin, mohon maaf lahir dan bathin kepada kita semua. Semoga kita selalu mendapat perlindungan dari ALLAH SWT. Musibah ini cepat berakhir sesuai harapan kita semua,” kata Khasman. (vn)

TerPopuler