BPJS Ketenagakerjaan Gelar Monitoring Bersama Pemda Raja Ampat -->

BPJS Ketenagakerjaan Gelar Monitoring Bersama Pemda Raja Ampat

Selasa, 19 Mei 2020, 21:54
Rapat evaluasi BPJS Ketenagakerjaan. (foto ist)

Raja Ampat, Rakyatterkini - Badan Penyelenggara Janinan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar rapat monitoring evaluasi pelaksanaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) dan penyerahan bantuan sembako kepada Pemda Raja Ampat.

Rapat monitoring sekaligus penyerahan sembako secara simbolis sebanyak 500 paket dan perlindungan Jamsostek kepada tim Covid -19 Raja Ampat, tukang ojek kota Waisai serta santunan jaminan kematian sebesar 42 juta kepada keluarga Alm Maria M Sadubun (penjual pinang) yang berlangsung di gedung Wayag kantor bupati Raja Ampat, Selasa (19/5/2020).

Turut hadiri dalam rapat tersebut Bupati Raja Ampta, Abdul Faris Umlati, Sekda Raja Ampat Yusuf Salim, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Barat, Mintje Wattu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Raja Ampat, Ingrid Loury Latukonsina dan sejumlah OPD Pemda Raja Ampat.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Barat, Mintje Wattu mengatakan, pemberian sembako tentunya ada perhatian BPJS Ketenagakerjaan Papua Barat terhadap masyarakat Kabupaten Raja Ampat yang sebagai pelopor lahirnya Jamsostek masyarakat, bukan penerima upah tentu menjadi perhatian khusus.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami karena Raja Ampat juga sebagai pelopor lahirnya perlindungan jaminan sosial di Indonesia untuk pekerja rentan sehingga Raja Ampat pun menjadi salah satu perhatian kami dalam menjalankan program jaminan sosial," kata Mintje.

Selain itu, menyerahkan kartu jaminan tersebut kepada semua tim petugas Covid-19 Raja Ampat agar terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan, sehingga para petugas akan bekerja dengan baik tanpa ada rasa kekhawatiran.

"Petugas Covid kan sebagai garda terdepan yang memiliki resiko sangat besar, sehingga kami memandang perlu dan pemerintah daerah mempunyai program yang sama dengan kami. Maka perlindungan itu di berikan kepada petugas Covid di Raja Ampat ini," ujarnya.

"Kemarin kami juga menyerahkan kartu perlindungan kepada petugas Covid di Kabupaten Sorong dan hari ini di Raja Ampat. Besok ada lagi di Kabupaten Sorong, setelah itu ke Manokwari dan sekitarnya," tambah Mintje.

Terkait perlindungkan tukang ojek, kata Mintje, pihaknya mempunyai sedekah jaminan sosial bersama BPJS Ketenagakerjaan. Ini program BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Papua Barat. Maka dengan program sedekah jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Raja Ampat akan melindungi segenap petugas Covid 19 yang beraktifitas di wilayah masing-masing.

"Jadi ada beberapa donator dan kami dari BPJS gajinya dipotong untuk kami empati kepada para pekerja seperti ojek, pedagang kaki lima dan sebagainya yang berdampak betul dengan adanya Covid ini, sehingga kami melindungi mereka dengan iuran dari program sedekah itu," terangnya.

Dengan sinergitas BPJS Ketenagakerjaan dan Pemda bisa sedikit membantu meringankan beban masyarakat saat ini dan petugas Covid agar bekerja aman dan nyaman tanpa ada kekhawatiran jika terjadi sesuatu hal maka mereka juga mendapatkan perlindungan yang sama.

"Penerima perlindungan jika berdasarkan data itu semua tim Covid Raja Ampat akan di kaver, tetapi data yang sementara di terima baru sekitar 30-an lagi di lengkapi petugas Covid," tutup Kepala BPJS Ketenagakerjaan Papua Barat itu. (Ijal)

TerPopuler