Baru Sebulan Bebas Bersyarat, Inul Nekat Jadi Kurir Sabu

Baru Sebulan Bebas Bersyarat, Inul Nekat Jadi Kurir Sabu

Jumat, 15 Mei 2020, 13:20
Tersangka Inul dan AN saat konferensi pers. (foto cahyo)

Klaten, Rakyatterkini - Hidup di bui selama beberapa tahun tidak juga membuat sosok Jumini alias Inul (38) menyesali perbuatannya.

Terbukti, saat baru sebulan menjalani masa bebas bersyarat ia sudah harus kembali berurusan dengan jajaran Sat Resnarkoba Polres Klaten terkait kasus narkotika jenis sabu.

Kapolres Klaten AKBP Wiyono Eko Prasetyo, melalui Kasat Resnarkoba, AKP Mulyanto mengatakan, tersangka Inul diamankan di samping pabrik Panili Desa Ketandan, Klaten Utara, Senin (11/5) sekira pukul 13.30 WIB.

"Tersangka menjadi kurir sabu dan menerima perintah dari Tuwing/Supra (DPO) untuk mengambil paket sabu dari saksi Ari Nugroho (AN)," kata Mulyanto saat menggelar konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (14/5) siang.

Ia menambahkan, tersangka kemudian memecah paket sabu menjadi beberapa bagian. Kemudian sabu yang sudah dipecah diserahkan kepada saksi AR.

"Untuk itu tersangka mendapat upah memakai sabu secara gratis," kata Kasat Resnarkoba Polres Klaten.

Sementara itu, tersangka AN alias Hombing menerima perintah dari Tuwing/Supra (DPO) untuk mengambil paket sabu di alamat peletakan sabu.

Kemudian AN menyerahkan sabu tersebut ke saksi Jumini yang bertugas memecah paket sabu menjadi beberapa bagian.

"Kemudian sabu yang sudah dipecah diserahkan Jumini kepada AN selanjutnya ia bertugas memasang paket sabu tersebut di alamat peletakan sabu," jelas AKP Mulyanto.

Ia menambahkan, tersangka mendapat upah Rp1 juta setiap kali paket 1 kantong turun dan di sebar ke beberapa titik oleh tersangka.

Dari kedua tersangka polisi menyita barang bukti 12 plastik klip kecil berisi sabu antara 0,18 gram sampai 0,54 gram.

Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (cahyo)

TerPopuler