Penambang Liar Masih Marak, Polda Amankan Lima Pelaku -->

Penambang Liar Masih Marak, Polda Amankan Lima Pelaku

Rabu, 08 April 2020, 22:35
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Satake Bayu pimpin pres relis online. (foto ist)

Padang, Rakyatterkini - Penambang liar masih marak di beberapa daerah sumbar. Beberapa waktu lalu aparat kepolisian menangkap 20 penambang emas tanpa izin di Sijunjung dengan alat berat sebagai barang bukti.

Pada penangkapan Senin (6/4), petugas kembali menjalankan operasi, tepatnya di lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Batang Sinamar Kampung Kalo Kalo, Jorong Siroja, Kenagarian Lubuk Jantan, Lintau Buo Utara, Tanah Datar.

Kegiatan ilegal tersebut dipantau oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditteskrimsus) Polda Sumbar bekerja sama dengan Intelkam Brimob menangkap lima penambang tanpa izin.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol. Satake Bayu, didampingi Kasubdit I Reskrimsus, Kompol Bendot dalam rilis online, Rabu (8/4) membenarkan penangkapan penambang ilegal tersebut.

"Para penambang liar itu ditangkap aliran sungai Batang Sinamar. Pengerebekan berlangsung Senin (6/4) sore," ujar Satake.

Saat ditangkap tidak ada barang bukti emas, hanya alat berat dan peralatan lainnya, seperti  dompeng, ayak dan lainnya.

Dikatakan, untuk pelaku yang diamankan berinisial AA, AK, Y, SS dan PS. Kini, tersangka diamankan di Mapolda Sumbar, untuk pengusutan selanjutnya.

Beberapa barang bukti yang disita dalam tangkap tangan PETI tersebut, alat berat, mesin dompeng serta peralatan lainnya.

Pasal yang dijeratkan pada tersangka, yakni 158 Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana dengan pidana kurungan 10 tahun penjara dan denda sebanyak Rp10 miliar.

Dalam relis online itu, Kasubbid Gakkum Ditlantas Polda Sumbar AKBP. Nugraha juga menyampaikan Operasi Ditlantas tentang himbauan pencegahan Covid-19, yaitu berupa preemtif dan preventif dan tidak ada penindakan kegiatan dilaksanakan di wilkum Polda Sumbar selama 14 hari terhitung dari 6 April S/D 20 April 2020.

Pada kegiatan itu juga disampaikan tingkat kriminalitas dari Januari s/d Maret 2020 dengan rincian Januari 1.158 perkara, Februari 1.135 kasus dan Maret 958 perkara. (gp)

TerPopuler