Kebutuhan APD Melonjak, Pertamina Bantu Pemko Padang -->

Kebutuhan APD Melonjak, Pertamina Bantu Pemko Padang

Rabu, 08 April 2020, 22:40
Manager Communications, Relations, and CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo menyerahkan bantuan pada pemko Padang, diterima walikota Mahyeldi. (foto ist)

Rakyatterkini, Padang - Keberadaan Alat Pelindung Diri (APD) khususnya bagi tenaga medis kini sulit dicari menyusul wabah corona (covid-19) yang menyerang secara global. Presiden RI mengatakan Indonesia membutuhkan tiga juta APD untuk kebutuhan medis.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Daeng M Faqih, mengungkapkan produksi APD saat ini pun hanya bisa memenuhi 105 ribu unit. Padahal, menurut perhitungan para ahli kebutuhan APD adalah 20 persen dari jumlah pasien terjangkit virus.

Guna mendukung penanganan Covid-19 di wilayah Sumbar, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I memberikan bantuan APD kepada Pemerintah Kota Padang.

"APD ini kami serahkan kepada Pemko Padang untuk petugas medis yang menangani Covid-19. Semoga dapat membantu para petugas medis dalam merawat pasien dan menghindari pekerja medis tertular Covid-19," kata Unit Manager Communications, Relations, and CSR Pertamina MOR I, Roby Hervindo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4).

Roby menambahkan APD yang diberikan lengkap yaitu pakaian hazmat sebanyak 50 buah, sarung tangan sebanyak 50 buah, masker N95 sebanyak 120 buah, sepatu bot sebanyak 50 buah, serta kacamata sebanyak 80 buah.

“Melalui bantuan Pertamina Peduli ini, kami berharap dapat terus melakukan sinergi untuk mendukung pencegahan penyebaran virus ini," katanya.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah dilaporkan menerima langsung bantuan yang diserahkan oleh Pertamina pada hari Selasa (7/4). Mahyeldi memberikan apresiasi kepada Pertamina yang cepat tanggap dalam memberikan bantuan khususnya untuk tenaga medis.

“Terima kasih kami ucapkan kepada Pertamina yang sudah berkenan untuk memberikan APD ke Pemkot Padang. Seluruh APD ini akan kami berikan untuk petugas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Rasidin Padang," kata Mahyeldi.

RSUD dr Rasidin, lanjut Mahyeldi, merupakan salah satu rumah sakit di Sumatera Barat yang menjadi rujukan untuk pasien covid-19.

"Berdasarkan data dari situs resmi Pemprov Sumbar, hingga Rabu (8/4) tercatat sejumlah 95 orang berstatus pasien dalam pengawasan (PDP)," imbuhnya. (mdl)

TerPopuler