Imaraja Jayapura, Sesali Sikap tak Terpuji Oknum Atas Namakan Pemda Raja Ampat -->

Imaraja Jayapura, Sesali Sikap tak Terpuji Oknum Atas Namakan Pemda Raja Ampat

Kamis, 09 April 2020, 22:05
Pengurus Ikatan Mahasiswa Raja Ampat (Imaraja) Jayapura. (foto Rijal)

Raja Ampat, Rakyatterkini - Di tengah situasi yang kian meresahkan saat ini, tentu dari kalangan manapun menaruh harapan untuk menerima bantuan. Hal tersebut seperti yang di lakukan kaum pelajar.

Ketika Ikatan Mahasiswa Raja Ampat (Imaraja)) Jayapura mengomentari dalam sebuah postingan yang diunggah akun Humas Kabupaten Raja Ampat pada 6 April 2020 sekitar Jam 16.00 WIT, terkait distribusi sembako dan penyuluhan covid-19 yang rencananya dilaksanakan di 4 Lokasi di wilayah Raja Ampat itu.

Dalam isi komentar akun Imaraja Jayapura, mengapresiasi kerja cepat Pemda Raja Ampat, sekaligus meminta perhatian Pemda untuk mahasiswa Raja Ampat yang saat ini menempu pendidikan di berbagai kota agar mendapat bantuan.

Namun sayangnya komentar tersebut sontak mendapat tanggapan yang beragam dan terkesan negatif. Hal tersebut membuat mahasiswa merasa kesal.

Ketua Ikatan Mahasiswa Raja Ampat (Imaraja) Jayapura, Amri R. Sauyai dalam rilis yang diterima Rakyatterkini.com, Rabu (8/4/2020) sekitar pukul jam 20.58 WIT mengaku kesal, disaat seperti ini masih ada sebagian oknum yang tidak bersikap baik terhadap mahasiswa.

"Cuitan-cuitan pada kolom komentar yang sepatutnya tidak perlu dilontarkan karena dinilai berkonotasi negatif, apalagi komentar-komentar tersebut mencantum nama mahasiswa Raja Ampat secara umum, jadi kalau ini bisa di usut, akan kami usut", katanya.

Amri menuturkan, disaat ini, dimana situasi cukup sulit akibat pandemi covid -19 yang menjangkir ribuan orang diberbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia bahkan membuat akses pintu-pintu masuk dibeberapa wilayah ditutup untuk sementara waktu.

Keadaan tersebut tampaknya memaksa semua pihak agar melakukan upaya-upaya strategis dalam mencegah penyebaran covid-19 agar tidak semakin menyebar dan segera berakhir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan komunikasi yang efektif antara pemerintah, pihak terkait dan masyarakat.

"Kami mahasiswa Raja Ampat yang berada di luar daerah merasa bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mendapat perhatian dari Pemda. Bagaimanapun, mahasiswa merupakan generasi mudah penerus pembangunan, dan tokoh intelektual yang harus diperhatikan," tulis Amri dalam rilisnya.

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan koordinasi antar pengurus organisasi mahasiswa di setiap daerah studinya sebagai wujud tanggungjawab pemerintah dalam melindungi masyarakatnya.

Ia pun menjelaskan, komentar tersebut mendapat tanggapan, tapi bukan dari akun "Humas Kab. Raja Ampat", melainkan dari beberapa akun facebook lainnya.

"Sayangnya komentar tersebut mendapat tanggapan tertawa dari akun @humas kab. Raja Ampat", kisah Amri.

Dari komentar tersebut mendapatkan tanggapan dari beberapa kalangan mahasiswa salah satunya Fransze Burdam.

Dalam isi komentar Fransze Burdam, humas kab. Raja ampat menjadi sumber informasi aktual yang mestinya mengedepankan profesionalitas dan netralitas.

"Untuk itu meminta agar supaya pemerintah dalam hal ini yang menangani bagian Humas Pemkab dapat menangapi kejadian ini dengan serius dan memberi sangsi tegas kepada oknum atau admin akun facebook humas Raja Ampat apabila terbukti menyalahi kode etik", tegasnya.

Meski begitu kata Amri, secara pribadi ia mengapresiasi upaya Pemda Raja Ampat dalam melakukan upaya cegah tangkal penyebaran covid-19 di Raja Ampat.

"Semoga seluruh masyarakat Raja Ampat, baik yang di daerah maupun di luar daerah mendapat perhatian yang serius dari Pemda", tutup Amri (rilis/Ijal)

TerPopuler