Harga Sayuran Anjlok, Inilah Dampak Pandemi Carona -->

Harga Sayuran Anjlok, Inilah Dampak Pandemi Carona

Senin, 13 April 2020, 20:55
Sepinya daya beli di Pasar Majalaya, Kabupaten Bandung. (foto M Yadi)

Bandung, Rakyatterkini.com - Sungguh luar biasa penyebaran wabah virus Covid-19 mengobrak-abrik perekonomian masyarakat. Sejak satu bulan yang lalu merebaknya virus corona berdampak sangat kuat telah memukul berbagai sudut ekonomi.

Jika pemerintah tidak segera mengatasi maka besar kemungkinan ekonomi Indonesia masuk dalam skenario terburuk.

Dari sudut ekonomi masyarakat sudah mulai kelam kabut, yakni masyarakat miskin yang tentunya harus lebih diperhatikan oleh pemerintah. Dampak pandemi Covid-19 ini masyarakat kecil sudah sangat dirasakan, sulit mencari mata pencaharian, hilangnya pekerjaan, rapuhnya penghasilan.

Ini disebabkan dikeluarkannya kebijakan pemerintah yang tidak memikirkan secara prioritas dampak ekonomi terhadap masyarakat miskin.

Kalangan elit politik terus menggemborkan persoalan kucuran dana untuk penanggulangan Covid-19 maupun bantuan terhadap masyarakat miskin. Namun sampai saat ini baru hanya wacana dan bisa saja wacana ini mendekati ahir perjalanan virus corona baru dikelurkan bantuan bahan pokok maupun makanan. Dimana masyarakat sudah tidak membutuhkan lagi, atau sedang kritis akibat kelaparan.

Masyarakat miskin, para pedagang kaki lima, para pemulung sampah, petani tidak terlalu banyak berharap. Namun hanya kepastian pemerintah kapan mengucurkan dana untuk masyarakat miskin ataupun masyarakat baru miskin.

Jangan hanya membuat cuitan, namun tidak pasti. Diuraikan oleh Kang Asef (45) Senin (13/4/2020) salah satu pedagang sayuran di Pasar Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pria yang menyandang gelar sarjana ekonomi itu menyebutkan, tidak perlu membahas orang-orang pejabat teras, yang perlu dibahas persoalan nasib masyarakat miskin dampak pandemi virus corona.

Salah satu contoh petani sayuran saat ini harga-harga anjlok mencapai 75 persen akibat semua akses penjualan barang hasil panen tertutup. Hasil panen tidak memadai dengan biaya yang dikelurkan sehingga merugi tajam.

Harga cabe merah kriting Rp6.000/kg sebelumnya Rp12.000. Yang lebih parah lagi harga cabe kriting hijau Rp3.000/kg. Ini merupakan imbas dari pandemi virus Covid-19. Begitu juga harga bahan pokok yang lain mengalami kenakan harga namun beras di era virus Covid-19 kwalitasnya sangat buruk diduga karena ulah tengkulak beras yang nakal.

"Kita ambil contoh yang bisa dipahami oleh masyarakat, kalau bicara bursa efek ya mana paham masyarakat kecil," jelasnya.

Apakah hal ini akan dibiarkan oleh pemerintah, sampai masyarakat membias karena kebutuhan bahan makanan. Yang sangat dikwatirkan masyarakat sudah tidak percaya terhadap pemerintah dan akan terulang kasus tahun 1997. Terjadi tragedi penjarahan diseluruh plosok tanah air, berakibat patal.

Pemerintah harus transfaran dan segera ambil tindakan tegas dalam mengambil langkah untuk penyelamatan. Jangan sampai semakin bertambah korban akibat virus Covid-19, jangan hanya menggunakan teori dan menggunakan retorika. Sebaliknya pemerintah harus terbuka kepada masyarakat, agar masyarakat tidak dibuat semakin panik. (M.Yadi)

TerPopuler