DPRD Maybrat, Papua Barat Berharap OPD Segera Eksekusi Logistik -->

DPRD Maybrat, Papua Barat Berharap OPD Segera Eksekusi Logistik

Senin, 13 April 2020, 21:00
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Maybrat, Yonas Yewen. (foto ist)

Maybrat, Rakyatterkini - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, optimis atas kesepakatan antara Tim Badan Anggaran (Banggar) legislatif dan Tim Badan Anggaran (Banggar) eksekutif.

Kesepakatan melakukan Pergeseran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 sebesar Rp41 Miliar lebih untuk pencegahaan Covid-19 bisa tepat sasaran bagi masyarakat pasca perketat akses di Kabupaten Maybrat.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Maybrat, Yonas Yewen, melalui WhatsAppnya, Minggu (12/4/2020), menjelaskan, kesepakatan antara Tim Banggar Legeslatif dan Eksekutif melakukan Pergeseran APBD 2020 tentu fokus pada pencegahaan dan penanganan pandemi Covid 19.

Kondisi semacam ini, jangan ada oknum yang manfaatkan situasi Corona tersebut untuk memperkaya diri sendiri, tentu itu sangat berbahaya karena berdasarkan edaran KPK bisa disangki penjara seumur hidup jika memanfaatkanya, jelasnya.

Menurutnya, anggaran itu mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) No.4 Tahun 2020 dan Kepres No. 7 Tahun 2020 tentang Gugus Tugas.

Merujuk Inpres No 4 tahun 2020, dijabarkan dalam Permendagri No 24 tahun 2020 dan Permendagri No. 33 tahun 2019 tantangan Pedoman Penyusunan APBD tahun 2020 sudah sangat jelas, sehingga Tim banggar Legeslatif dan Tim banggar Eksekutif melakukan Pergeseran APBD tahun 2020, terang Anggota Banggar DPRD Kabupaten Maybrat itu.

Lanjutnya, Pemerintah Daerah sudah berupaya untuk melakukan berdasarkan kebijakan daerah demi mengatasi virus tersebut.

"Kami DPRD berharap agar SKPD atau OPD terkait segera mengeksekusi logistik maupun bantuan tunai kepada masyarakat harus mengacu pada regulasi dan kebijakan daerah yang ada dan jangan memperlambatkan, sebab ini keadaan darurat jangan sampai masyarakat kita mati kelaparan," tuturnya.

Ditegaskan, DPRD telah sosialisasi Covid-19 di masing-masing zona yaitu, Zona Aifat Raya, Zona Aitinyo Raya, Zona Ayamaru Raya dan Zona Yumases Raya di Maybrat.

"Semua langkah-langkah kebijakan daerah ini sudah maksimal, tinggal bagaimana SKPD atau OPD mengeksekusi logistik dan bantuan tunai langsung kepada masyarakat", jelas  mantan wartawan itu.

Sementara Ketua DPRD Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa, mengatakan, Pemda Maybrat segera mengambil langkah kongkrit untuk memberikan bantuan logistik berupa sembako dan peralatan kesehatan kepada masyarakat.

Ini segera dilakukan karena masa tanggap darurat 14 hari sesuai instruksi pemerintah pusat sampai ke daerah itu sudah dilewati, namun pemerintah belum mengambil langkah kongkrit untuk mengatasi masalah tersebut.

"Akibat dari akses transportasi yang tutup maka semua kebutuhan masyarakat terbengkali. Ini perlu ada subsidi dari Pemda dalam bentuk apapun harus dilakukan demi mengantisipasi kebutuhan masyrakat kita,” ucapnya.

Selain itu, Ketua DPRD itu mempertegaskan, Pemda Maybrat diminta melakukan pendataan terhadap mahasiswa/i ber KTP Maybrat yang saat ini berada di luar kota studi masing-masing untuk memberikan bantuan.

Mengigat semua akses ditutup dan mereka sementara mengalami kendala, maka pemerintah harus memberikan kompensasi seperti pembayaran listrik, memberikan bantuan uang tunai dan juga kepada masyarakat yang sebagai pegusaha baik itu kios, warung, sayur yang saat ini mengalami kemacetan agar proses peredaran uang itu berputar di Maybrat.

Tim satgas Covid-19 juga harus bersinergi dengan pemerintah, TNI/Polri dan seluruh masyarakat untuk menjaga dipos perbatasan guna mencegah penyebaran orang atau barang yang keluar masuk Maybrat" tutup Politisi Muda Partai Golkar itu. (rilis/Ijal)

TerPopuler