Dendam, Pemuda di Klaten Nekat Tembak Korbannya -->

Dendam, Pemuda di Klaten Nekat Tembak Korbannya

Jumat, 03 April 2020, 17:25
Dua pelaku kasus penembakan di Klaten. (foto cahyo)

Klaten, Rakyatterkini - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten berhasil mengungkap kasus penembakan di Desa Joho, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (7/12/2019) lalu.

Dua pelaku berinisial HS (22) dan BT (27) keduanya warga di Kecamatan Manisrenggo, Klaten kini harus mendekam di balik jeruji besi Polres Klaten.

Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Andryansyah Rithas Hasibuan mewakili Kapolres Klaten AKBP Wiyono mengatakan, kedua pelaku menembak korban bernama Slamet Riyadi alias Gomet menggunakan senjata api jenis revolver rakitan dari jarak sekitar 1 meter.

"Saat itu korban warga Dukuh Sidokaton sedang membuka pintu rumah sekira pukul 05.00 WIB. Pelaku kemudian melepaskan tembakan namun peluru mengenai pintu hingga tembus yang kemudian peluru mengenai leher korban sebelah kanan," kata AKP Andryansyah saat konferensi pers di Mapolres Klaten, Kamis (2/4) siang.

Menurut Kasat, dari proses penyelidikan dan informasi, kedua pelaku melarikan diri ke daerah Aek Kanopan Provinsi Sumatera Utara pada Kamis (12/12/2019) lalu.

"Untuk menghilangkan jejak, senjata api rakitan sengaja dibuang kedua pelaku saat melakukan penyeberangan dari Merak menuju Bakauheni Lampung," kata AKP Andryansyah.

‎Kasat menjelaskan, kedua pelaku menjalankan aksinya karena dendam lama kepada korban.

"Kedua pelaku HS dan BT merasa dijebak oleh korban saat kedua pelaku ditangkap polisi terkait kasus narkoba," kata Kasat.

AKP Andryansyah menambahkan, untuk melampiaskan dendam lamanya tersebut kedua pelaku merencanakan untuk menembak korban.

‎Kedua pelaku penembakan akhirnya menyerahkan diri ke Satreskrim Polres Klaten pada Senin (30/3/2020) sekira pukul 08.00 WIB.

"Kedua pelaku karena menyadari jika mereka sedang dicari oleh polisi akhirnya menyerahkan diri ke Satreskrim Polres Klaten," kata AKP Andryansyah.

Polisi menyita barang bukti berupa 1 unit sepeda motor, jaket warna abu-abu, helm full face dan celana jeans.

Polisi menjerat kedua pelaku dengan Pasal 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara. (cahyo)

TerPopuler