Data Terkini: ODP di Raja Ampat Menurun Jadi 24 Orang -->

Data Terkini: ODP di Raja Ampat Menurun Jadi 24 Orang

Senin, 06 April 2020, 21:25
Juru Bicara Satgas Covid-19 Raja Ampat, dr. Rosenda, SpPD dan Bidang Surveilans Dinkes Raja Ampat, Regina. (foto Rijal)

Raja Ampat, Rakyatterkini - Tim Satgas pencegahan Corona Virus Disease melalui Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19, dr. Rosenda SpPD, kembali melaporkan jumlah perkembangan ODP, Senin (6/4/2020) pukul jam 10.00 Wit.

Dari data sebelumnya per 4 April sampai 5 April, jumlah ODP 25 orang, setelah kembali dilaporkan jumlah perkembangan per Senin 6 April, 1 orang selesai pemantauan medis, jadi ODP berkurang 24 orang. Sementara untuk status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) hingga kini belum ada.

Dari 24 ODP memiliki masa waktu selesai pemantauan yang bervariasi, terhitung mulai hari pertama di karantina hingga sampai 14 hari.

"Masa waktu pemantauan itu juga tergantung perkembangan kondisi ODP, jika kondisinya stabil bisa selesai pemantauan, namun jika ada perburukan kondisi bisa juga menjalani perawatan lanjutan," jelasnya.

Sementara Bidang Surveilans Dinkes Raja Ampat, Regina menambahkan, bahwa ODP sebanyak 24 orang dari lima wilayah puskesmas Raja Ampat yaitu, puskesmas Waisai 16 orang, Warsambin 1 orang, Saonek 2 orang, Waigama 4 orang dan Samate 1 orang.

"Kelima puskesmas dan puskesmas lainnya kami sudah membentuk tim surveilans penyelidikan epidemiologi (PE) yang bertugas selama 14 hari dan  tim surveilans ini akan melakukan pemantauan kepada orang yang kategori ODP tersebut," terangnya.

Selain itu, untuk perkembangan kondisi ODP dalam hal ini tim melakukan pemantauan kondisi melalui gejala baik itu batuk, sesak nafas dan nyeri tenggorokan dan semua masih dalam kondisi baik.

Lanjut Regina, Pemda Kabupaten Raja Ampat menghimbau kepada seluruh masyarakat agar berhenti atau Stop berstigma bagi orang yang menyandang status ODP atau PDP.

"Karena mereka juga seperti kita, tidak menginginkan untuk menyandang status ODP atau PDP tersebut," ujarnya.

Perlu diperhatikan, terutama pasien yang positif, cara untuk membatasinya yaitu, harus melakukan phsycal distancing dengan jarak satu sampai dua meter, jangan masuk ke rumah tetangga yang positif tanpa mengunakan perlindungan yang memadai dan ketika pulang ke rumah sebelumnya di wajibkan harus mandi untuk membersikan diri dengan mengunakan sabun.

"Jadi tidak ada alasan untuk takut pada tetangga yang terinfeksi covid, namun berbuat baik sehingga bisa membantu pasien," tuturnya.

Sementara yang perlu dilakukan bagi orang yang menjalankan karantina yaitu, harus di perhatikan kebutuhan bahan pokoknya, menjaga kebersihan rumah dan sekitarnya dengan cairan disenfektan, menjaga orang yang masuk tanpa kepentingan yang tidak menggunakan perlindungan dan arahkan anggota keluarga untuk melakukan tata cara isolasi pasien agar anggota keluarga yang lain tidak tertular. (Ijal)

TerPopuler