Cara TAC Chapter Padang Bantu Atasi Virus Corona -->

Cara TAC Chapter Padang Bantu Atasi Virus Corona

Rabu, 08 April 2020, 22:50
TAC Padang bagikan masker. (foto ist)

Rakyatterkini, Padang - Para pemilik dan pengguna mobil yang tergabung ke dalam komunitas Toyota Agya Club (TAC) Chapter Padang membagi-bagikan masker pada Rabu (8/4) di Jalan Khatib Sulaiman, Kota Padang atau tepatnya di depan Masjid Raya Sumbar.

Koordinator Lapangan TAC Chapter Padang, Alford mengatakan, langkah tersebut mereka ambil sebagai upaya nyata dengan ikut serta dalam percepatan penanganan virus covid-19.

"Pandemi covid-19 merupakan keadaan yang harus kita hadapi bersama sebagai masyarakat. Oleh karena itu kami berupaya untuk melakukan pencegahan (covid 19) dengan memberikan masker sebagai wujud aksi peduli," kata Alford dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/4).

Pria yang juga merupakan member dari komunitas mobil tersebut mengatakan, kegiatan yang mereka lakukan juga selaras dengan instruksi Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah yang mengimbau warga agar menggunakan masker ketika keluar rumah.

Seperti diketahui, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah meminta semua masyarakat di Kota Padang, Sumatera Barat, baik warga atau pun pendatang dari luar kota, waib beraktivitas di luar rumah dengan menggunakan masker, tuturnya.

Dalam instruksi Wali Kota Padang tanggal 6 April 2020 nomor 870.176/BPBD-Pdg/IV/2020 dinyatakan bahwa masyarakat diwajibkan menggunakan masker ketika beraktivitas dan berada di luar rumah untuk kepentingan yang mendesak seperti membeli bahan makanan, berobat, atau untuk keperluan yang sangat urgen.

"Tidak hanya warga, pendatang di Padang juga diwajibkan menggunakan masker. Masyarakat juga diminta menjaga jarak aman selama berada di kendaraan," katanya, Senin (6/4).

Mengantisipasi kelangkaan masker, masyarakat juga diminta menggunakan masker yang terbuat dari kain minimal dua lapis yang bisa dicuci kembali. Sebab, masker yang sekali pakai juga sangat dibutuhkan tenaga medis, sebagai garda terdepan dalam menangani wabah virus corona (covid-19).

"Bagi masyarakat yang kedapatan ke luar rumah tanpa masker akan dikenakan denda berupa dua masker. Satu untuk dipakai yang bersangkutan, dan satunya lagi diberikan kepada warga yang belum memiliki masker," katanya.

Pemberlakukan wajib pakai masker ini tak lain untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Instruksi ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan wajib dijalankan semua masyarakat agar terhindar dari covid-19.

"Sosialisasi juga akan dipasang spanduk tentang wajib pakai masker masuk Kota Padang, termasuk di posko-posko perbatasan di Kota Padang," katanya.

Mahyeldi juga meminta kepada semua camat dan lurah untuk melakukan validasi data pasien covid-19 mulai dari ODP, PDP, PPT yang valid ditingkat RT/RW. Sehingga data ini dapat dipercaya dan menjadi pegangan bagi Pemerintah Kota Padang.

Selanjutnya, posko utama BPBD juga harus memiliki data dan grafik tentang perkembangan covid-19 di semua tingkatan, mulai dari tingkat RT/RW, lurah, kecamatan sampai tingkat Kota.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis. Pasalnya, stok untuk kebutuhan rumah sakit di Sumbar hingga kini belum memadai.

"Untuk mencukupi semua kebutuhan rumah sakit di Sumbar, kami sudah pesan 15 ribu APD ke pusat," kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumbar, Erman Rahman, Kamis (2/4).

Menurut Kepala BPBD Sumbar itu, APD yang dipesan akan datang secara bertahap. Setiap yang datang akan langsung disalurkan ke rumah yang membutuhkan dan kekurangan APD.

"Tiap hari ada permintaan, begitu datang langsung kami bagikan. Kemarin dari RSUD Padang Pariaman minta langsung kami berikan," katanya.

Jika dihitung-hitung, kata Erman, jumlah 15 ribu APD tersebut masih belum mencukupi. Sebab, jumlah permintaan APD masih jauh di atas itu.

"Pembagian APD kami pusatkan di kantor BPBD. Rumah sakit yang membutuhkan bisa langsung koordinasi dengan kami," katanya. (mdl)

TerPopuler